YUK… KAPAN KALIAN KE KALI BIRU DI RAJA AMPAT? 2023-04-01 22:25

Kali Biru, Raja Ampat. Berenang di air sebening ini… Mauuu???

 

Teluk Mayalibit memang kalah populer dibandingkan destinasi-destinasi lainnya di Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya seperti Piaynemo, Teluk Kabui, Telaga Bintang, Pasir Timbul, Wayag, Pulau Arborek. Namun sebenarnya Teluk Mayalibit yang berada di Pulau Waigeo, pulau utama dan terbesar di Raja Ampat, menawarkan segudang destinasi menarik. Salah duanya adalah Kali Biru dan Batu Kelamin. Ada banyak lagi destinasi lainnya, yang sayangnya belum sempat MyTrip datangi.

 

Baca juga: “Yang Masih Perawan di Raja Ampat: Kali Biru

 

Tentang Batu Kelamin sudah ditulis sebelumnya di sini. Sedangkan Kali Biru pertama kali MyTrip datangi Desember 2015, lalu dilanjut yang kedua Desember 2016. Pengalaman tersebut telah dituliskan di sini. Akhirnya pada kesempatan ke-18 kali ke Raja Ampat November 2022, MyTrip membawa rombongan lagi ke Kali Biru, yang tentu saja kondisinya sudah berubah. Sudah ada fasillitas bagi wisatawan walaupun masih terbatas.

 

Baca juga: “Batu Kelamin, Destinasi Unik di Raja Ampat

 

Dari Pelabuhan Waisai, tempat pertama yang diinjak para wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, ada dua pilihan moda transportasi untuk ke Kali Biru. Naik speedboat dan naik mobil. Ya betul, bisa lewat laut maupun lewat darat. Tujuannya dermaga di Kampung Warsambin, Teluk Mayalibit, sebagai titik awal keberangkatan ke Kali Biru dengan perahu kayu bermotor atau biasa disebut long boat. Ya, walaupun Trippers naik speedboat, tetap harus berganti perahu di sini, karena Kali Biru dikelola warga setempat, jadi mesti menyewa perahu yang mereka sediakan.

 

Baca juga: “Ini Dia Raja Ampat Highlights Buat yang Baru Pertama Kali

 

Dua kali ke Kali Biru sebelumnya MyTrip naik speedboat sampai Warsambin. Kali ini MyTrip memilih naik mobil dari Mamatua Homestay, tempat kami menginap, di Kampung Saleo Pulau Waigeo. Perjalanan darat melewati jalan aspal yang cukup mulus makan waktu +/-1 jam. Sewa mobil Avanza Rp350.000-400.000. Supir akan menunggu di parkiran dermaga.

 

Ini dermaganya di Warsambin

 

Ini tempat menunggu untuk naik long boat

 

Dari dermaga di Warsambin, Trippers harus menyewa long boat bermotor berkekuatan 15 PK yang maksimal bisa diisi 5 orang penumpang. Tarifnya Rp500.000 untuk ke Kali Biru PP. Kalau mau ke Batu Kelamin juga, tambah Rp500.000 lagi. Dikenakan juga tiket masuk. Tiket ke Kali Biru Rp100.000 per orang. Sedangkan tiket ke Batu Kelamin Rp50.000 per orang. Kalau mau ke objek lainnya di Teluk Mayalibit, harus nambah biaya sewa long boat dan tiket masuk lagi. Selain itu, wajib membayar jasa pemandu yang dibanderol Rp100.000 untuk satu rombongan. Life jacket disediakan sesuai jumlah orang.

 

Perjalanan naik long boat ke Kali Biru

 

Long boat mendekati pantai tempat sandar

 

Ini pantai kecil tempat sandar long boat-nya

 

Kalau langsung menuju Kali Biru, naik perahunya hanya 10 menit, menyeberangi teluk ke sisi satunya. Tapi kalau ke Batu Kelamin dulu, butuh 30 menit dari dermaga Warsambin. Lalu dari Batu Kelamin ke tempat perahu sandar untuk ke Kali Biru 25-30 menit. Dari tempat perahu sandar, Trippers masih harus jalan kaki lagi di sisi sungai dan sekaligus juga menyeberangi aliran sungai lebar tapi sangat dangkal itu--hanya semata kaki sampai sebetis. Lalu disambung menembus hutan tapi sudah ada jalan setapaknya. Sekitar 15 menit jalan santai sambil foto-foto, tibalah di gerbang “Selamat Datang di Kali Biru”. Dari situ barulah jalurnya berupa boardwalk. Hanya jalan kaki sekitar 5-7 menit sudah sampai di Kali Birunya. Jadi total jalan kakinya nggak sampai 30 menit.

 

Berjalan di sisi sungai

 

Menyeberang sungai dangkal

 

Menyeberang sungai dangkal

 

Jalan setapak di tengah hutan

 

Gerbang “Selamat Datang di Kali Biru”

 

Jalur boardwalk, pertanda Kali Biru sudah dekat

 

Sungai atau tepatnya kali selebar 5-6 meter ini memang begitu menggoda siapa pun yang datang. Warnanya biru kehijauan, dan beniiiiing. Dasar kalinya terlihat dengan jelas. Dulu, tahun 2015, untuk mendekati tepian sungainya sulit. Banyak pohon, dahan dan akar-akarnya. Tanahnya juga lembek, lembab, becek. Mau menyentuh airnya saja dilarang, apalagi berenang. Karena saat itu tempat ini belum lama ditemukan, masih dikeramatkan. Saat itu MyTrip sempat diantar ke bagian sumber airnya yang keluar dari balik batu. Tahun 2016 barulah akhirnya MyTrip dan rombongan dibolehkan berenang. Tapi saat itu tetap belum ada fasilitas apa pun.

 

Ini dia Kali Birunya. Dasarnya terlihat jelas

 

Siapa yang tahan godaannya? Air sebiru dan sebening iniiii...

 

Beberapa tahun setelah itu barulah dibangun teras kayu untuk tempat ancang-ancang melompat ke air. Seperti yang MyTrip lihat pada kunjungan kali ini, November 2022. Juga ada kursi-kursi kayu dan gazebo sederhana, serta 3 bilik untuk tempat ganti baju. Tapi kondisinya kurang terawat. Apalagi udaranya memang begitu lembap. Warung makan tentu nggak ada. Jangan bayangkan seperti curug-curug di Sentul yang diramaikan warung-warung mie instan, hehehe. Jadi bawa bekal makan dan minum sendiri kalau ke Kali Biru ya.

 

Teras kayu untuk tempat awalan melompat, tempat foto-foto juga

 

Teras kayu untuk tempat awalan melompat, tempat foto-foto juga

 

Buka bekal makan siang di Kali Biru

 

Rugi datang ke Kali Biru kalau nggak nyemplung ke airnya yang sangat jernih dan dingin! Buat yang nggak bisa berenang, pakai saja life jacket-nya. Jadi turun dari perahu, life jacket nggak usah dilepas. Selain melompat dari teras kayu, buat yang nggak bisa berenang atau takut melompat, tenang saja, di bagian kanan kalinya ada tangga kayu untuk memudahkan turun ke air. Di bagian ini kalinya juga dangkal, makanya warnanya juga kurang biru, cenderung hijau muda. Kedalamannya sekitar sepaha sampai sedada orang dewasa lah. Cuma tetap hati-hati karena cukup berarus.

 

Ini bagian yang dangkal. Yang nggak bisa berenang pakai life jacket

 

Kedalaman di bagian yang dangkal hanya sepaha atau maksimal sedada

 

Bagian yang dalam ada di bawah teras kayu untuk melompat, dan tentu warnanya juga lebih biru di situ. Diperkirakan bisa mencapai sekitar 4 m yang terdalamnya. Amanlah melompat di situ. Di sebelah kiri teras kayu juga ada tangga kayu untuk turun ke air. Cukup dalam juga di sini.

 

Di sisi kiri teras kayu ada tangga kayu juga untuk turun ke air. Di sini airnya lebih biru

 

Bandingkan dengan sisi sebelah kanan yang lebih hijau muda warna airnya

 

Uniknya Kali Biru, walaupun kita sudah melompat, menyelam ke dasarnya, bahkan salah satu pemandu kami berjalan di atas dasar kalinya, dan kami pun berjalan ke sana ke mari di bagian yang dangkal, airnya tetap nggak berubah butek. Tetap bening! Pokoknya betah banget deh main-main di Kali Biru. Alokasikan waktu setidaknya 2 jam di sini kalau mau puas, seperti rombongan MyTrip. Dan senangnya, saat itu nggak ada rombongan lain selain MyTrip.

 

Main ngambang-ngambang sambil dibawa arus

 

Menyelam di Kali Biru. Dasarnya terlihat sangat jelas

 

Berfoto-foto aneka gaya

 

Pemandu cilik kami berjalan di dasar Kali Biru

 

Yuk, kapan Trippers ke Kali Biru Raja Ampat? Hubungi MyTrip di WhatsApp 0811821006 untuk private trip ke Raja Ampat. Jangan sampai Kali Biru-nya keburu ramai lho…. 

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Dok. Teddy Rizaldi, Dok. MyTrip, Mayawati NH, Siu Sulistyowati, Zakarias Wader
Comment