APA SAJA YANG PERLU DIKETAHUI SEBELUM SAFARI DI AFRIKA? PALING BAGUS DI MANA? (Bagian 2-Tamat) 2021-06-01 15:30

Kawanan gajah melintas di depan mobil safari

 

Bersafari di Afrika untuk melihat langsung beragam binatang di alam liar boleh jadi merupakan mimpi para pejalan terutama yang suka petualangan. Dengan melakukan safari yang istilah lainnya game drive, kita bukan cuma bisa melihat kawanan satwa dari dekat melintas bahkan menghadang mobil safari yang kita tumpangi, tapi sekaligus juga mendengar suara derap kaki-kaki mereka memenuhi udara. Semua ini tentu nggak afdol kalau hanya dilihat lewat layar televisi, harus dialami langsung!

 

Bagian 1 silakan dibaca di sini.

 

ADA PAKET SAFARI APA SAJA?

Cukup banyak variasi safarinya. Disarankan pilih paket klasik atau standar saja. Seperti yang disebutkan di atas, 3-4 hari ke Serengeti, Ngorongoro, Tarangire, Lake Manyara.

 

Tapi kalau Trippers punya minat khusus pada kehidupan alam liar, apalagi bermaksud mendapatkan foto-foto yang bagus, ambil minimal paket 7 hari.

 

Ada juga paket safari yang bukan dengan naik mobil, melainkan ada walking safari, balloon safari, flying safari.

 

Balloon safari

 

Night safari juga ada, tapi tidak bisa dilakukan di Serengeti. Yang memungkinkan untuk night safari di Lake Manyara. Kalau ada operator safari yang menawarkan night safari di Serengeti, itu sebenarnya di area luar Serengeti.

 

Tawaran kegiatan lainnya yaitu bird watching, bush meals (piknik, makan-makan di alam terbuka, di antara semak-semak).

 

APA SAJA ATURAN YANG WAJIB DIPATUHI?

Selama safari, kita sama sekali nggak boleh turun dari mobil. Tapi ada tempat-tempat tertentu yang dibolehkan bagi kita untuk turun berfoto atau sekadar melihat pemandangan, misalnya di view point di Ngorongoro Rim. Di sini kita bisa melihat Ngorongoro Crater dari kejauhan.

 

View point di Ngorongoro

 

Kita juga bisa turun untuk berfoto di depan gerbang taman nasional, di area luas di depan Lake Manyara yang banyak jerapahnya. Ada juga jalanan tertentu yang aman, sesuai petunjuk pemandu/ranger (yang sekaligus sebagai supir), kita boleh turun.

 

Berfoto di gerbang Taman Nasional Serengeti

 

Dan tentu saja kita bisa beristirahat, termasuk mencari toilet dan membuka kotak makan siang di rest area atau picnic area.

 

Picnic area

 

Aturan lainnya, kita dilarang membuat kegaduhan, apalagi melakukan gerakan atau mengeluarkan suara-suara yang memancing reaksi kawanan satwa.

 

Kegiatan safari juga tidak membolehkan pengunjung memberi makan satwa, memegang, apalagi foto bareng satwa. Jangan pernah juga meminta supir/pemandu keluar dari jalur mobil yang sudah ditentukan. Tapi tenang saja, kita punya banyak kesempatan untuk melihat binatang buas seperti singa, macan tutul, dan cheetah dari jarak cukup dekat, terutama kalau pas kebetulan mereka melintas santai di dekat mobil safari yang kita tumpangi. Jaraknya nggak sampai 3 meter! Kalau beruntung….

 

Itu saja kurang lebih aturannya. Sementara kalau pantangan nggak ada sih.

 

Baca juga: “Tanzania Sudah Buka untuk Turis. Wisata Apa yang Menarik?

 

ADA BARANG KHUSUS YANG PERLU DIBAWA?

Binokular atau kekeran! Ini penting banget untuk dibawa, guna bisa melihat satwa seperti badak yang kadang agak susah untuk ditemui dalam jarak dekat. Pemandu memang bawa sih, tapi kan cuma satu, dan dipakainya harus bergantian. Kalau atraksi satwa di kejauhannya bergerak cepat, kita bisa terlewat kalau pakai binokularnya bergantian.

 

Kalau yang hobi fotografi tentu jangan sampai nggak membawa lensa tele ya...

 

Sedangkan untuk pakaian nggak ada hal khusus. Yang jelas pakai baju yang menyerap keringat dan gampang kering. Baju lapangan sih yang paling ideal, seperti yang dikenakan ranger-ranger, dan supaya pas difoto juga keren. Haha. Tapi tentu ini bukan keharusan. Pakai baju senyamannya saja.Topi juga perlu dibawa.

 

Kecuali kalau ikut balloon safari yang mengudaranya pagi buta, bawalah jaket tipis karena cukup dingin di pagi hari.

 

KAPAN WAKTU TERBAIK KE SERENGETI?

Tujuan utama orang datang ke Serengeti untuk melihat great migration, jadi waktu terbaiknya dihubungkan dengan ini. Harus memilih waktu yang tepat dan lokasi yang tepat, yang sayangnya tidak bisa 100% bisa diprediksi dengan tepat. Karena lokasi migrasi memang bisa berpindah-pindah. Try your luck.

 

Kawanan wildebeest

 

Yang jelas Serengeti dan tempat lainnya tetap dibuka sepanjang tahun untuk safari. Tapi lebih besar kemungkinan untuk melihat great migration saat musim kemarau, akhir Juni sampai Oktober. Musim kemarau juga membuat satwa-satwa keluar mencari sumber-sumber air.

 

Tapi winter malah terbaik untuk melihat kawanan satwa di bagian selatan Serengeti. Musim panas dan gugur bagus untuk eksplor koridor barat dan bagian utara Serengeti. Tapi namanya alam, selalu ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi.

 

Perlu diingat juga, area-area yang jadi langganan great migration atau area yang jadi lokasi favorit satwa pasti penuh oleh mobil-mobil safari saat high season di musim kemarau. Kadang saking penuhnya bisa saja membuat kurang nyaman, terlalu ramai.

 

Jadi disarankan, bagilah itinerary menjadi dua tujuan. Tujuan pertama eksplor tempat-tempat yang memang langganan satwa berkumpul atau memamerkan diri, satu lagi eksplor lokasi yang bukan diburu semua orang saat musim itu (contohnya koridor barat saat Agustus-Oktober), untuk merasakan ketenangan dalam aktivitas menonton satwa liar ini.

 

Mid Maret hingga mid Mei banyak hujan, merupakan low season. Tapi hujan jarang turun seharian penuh. November awal sampai  Desember jarang hujan, juga low season. Begitu juga dua minggu terakhir di Januari.

 

 

 

BERAPA BUJET YANG HARUS DISIAPKAN?

Tergantung ambil paket apa, jadi nggak bisa dibilang rata-rata per hari berapa. Tapi kalau ambil paket klasik, kurang lebih per hari USD 350, sudah termasuk semua termasuk makan 3x per hari, kecuali tip. Paket 1 minggu yang standar misalnya ditawarkan USD 2.500. Paket setengah harian safari di Arusha National Park ada yang ditawarkan hanya USD 187.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, www.wtravelmagazine.com
Comment