Keindahan Wayag 2. Siapa yang tahan godaaannya
Antusiasme para wisawatan untuk berpelesir ke Raja Ampat yang terkenal akan keindahan alamnya baik darat maupun bawah lautnya tiba-tiba terusik oleh berita tewasnya seorang turis asal Rusia, Sergey Lykhvar (37), akibat diserang buaya saat snorkeling di sekitar Pulau Manyaifun yang berada di sebelah barat Pulau Waigeo. Wajar jika kemudian muncul rasa takut di kalangan sebagian orang. Memangnya di Raja Ampat banyak buaya? Apakah memang ada kemungkinan kita diserang buaya saat snorkeling di Raja Ampat?
Tenang aja. Raja Ampat aman buat melakukan aktivitas apa pun kok. Buaya memang ada, tapi mereka hanya hidup di sekitar hutan mangrove/bakau, dekat muara sungai, yang memang menjadi habitat buaya, nggak cuma di Raja Ampat. Tempat-tempat snorkeling, menyelam, maupun berenang-renang cantik yang selama ini didatangi wisatawan dan ditunjukkan oleh para pemandu lokal semuanya aman, nggak ada buayanya. Yang ada hanyalah beragam jenis ikan karang dan terumbu karang warna-warni yang sedap dipandang.
Kejadian yang dialami turis Rusia tersebut murni kecelakaan karena yang bersangkutan snorkeling di tempat yang tidak semestinya dan tidak ditemani pemandu lokal. “Penting bagi semua wisatawan yang datang, baik lokal maupun mancanegara, untuk didampingi pemandu lokal selama berkeliling di Raja Ampat. Karena pemandu lokal lah yang memahami betul wilayahnya. Kalau ditemani pemandu lokal, kami jamin Raja Ampat aman,” tegas Yusdi N. Lamatenggo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat kepada MyTrip di sela acara Deep & Extreme 2016 di JCC, Senayan, Minggu, 3 April 2016 lalu.
Jadi, yang sudah punya rencana ke Raja Ampat, lanjutkan! Mumpung sampai bulan Mei ombak masih bersahabat. Atau nanti bulan Oktober mulai lagi waktu kunjungan terbaik ke Raja Ampat. Wayag, Fainemo, Teluk Kabui sudah memanggil-manggil....