SEGERALAH KE LEMBATA SEBELUM VIRAL 2022-06-22 22:10

Pemandangan dari Bukit Cinta di kala senja

 

“Memangnya ada apa di Lembata? Dan Lembata itu di mana?” Ini pertanyaan klasik yang gampang ditebak akan muncul. Wajar sih. Jangankan Lembata, wong Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), aja banyak yang nggak paham ada di pulau apa. Daerah di NTT yang lebih dulu ngetop itu Sumba, lalu Labuan Bajo, dua-duanya berkat film. Sumba dan Labuan Bajo beda pulau dengan Lembata. Lembata adalah sebuah kabupaten yang berdiri di atas satu pulau, Pulau Lembata juga namanya, yang berada di sebelah timur Pulau Flores, NTT. Saya yakin kalau ada film bioskop mengambil latar keeksotisan Lembata, dalam sekejap Lembata juga akan viral, dan beberapa tahun kemudian, boom… menjadi turistik, nggak polos lagi.

 

Di sinilah letak Pulau Lembata

 

Baca juga: “Yuk Kita Buka Peta NTT untuk Mengenalnya Lebih Dekat

 

Makanya saya mengajak Trippers segeralah ke sana. Saat di semua objek wisata hanya ada kita dan rombongan kita doang. Saat akses jalan menuju ke sana pun masih babat alas, menyeruak semak. Saat belum banyak wahana-wahana selfie dibangun demi memuaskan selera massal. Saat seorang kepala desa pun menunggu kedatangan kita di kantornya, dan kepala desa yang lain secara khusus menghampiri serta berterima kasih karena kita telah sudi datang ke desanya. Saat porsi makanannya masih jumbo, eh… Saat orang-orangnya begitu ramah menyambut (yang ini semoga tak akan pernah berubah). Saat segalanya begitu perawan, tak tersentuh….

 

Babat alas, menyeruak semak

 

Hanya ada rombongan MyTrip

 

Bukan, bukan hanya kepolosannya yang membuat saya mendorong Trippers ke Lembata. Tapi karena, Lembata itu, setiap pengkolannya indah mandraguna! Seluk-beluk bukit-bukit dan sabana digenapi laut biru nan tenang di bawahnya adalah pemandangan ikonik Lembata yang terlihat jika kita datang dengan kapal penyeberangan dari Pulau Adonara di sebelahnya, maupun dari Kupang nun jauh di seberang selatan. Bentuk pulaunya yang banyak lekukan teluk dan tonjolan tanjung membuat perjalanan darat di pesisir menawarkan kejutan indah di setiap pengkolannya.

 

Bentuk Pulau Lembata, banyak lekukan

 

Pemandangan ikonik Lembata

 

Destinasi atau objek yang dituju tidak menjadi satu-satunya yang dinanti karena perjalanannya itu pun menjadi atraksi tersendiri. Maka haram hukumnya memejamkan mata selama perjalanan. Bahkan langit biru dan lautan awan di atas garis cakrawalanya sudah sangat menghibur mata dan jiwa.

 

Jangan tidur sepanjang perjalanan

 

Bukit Cinta yang dikunjungi rombongan open trip MyTrip di hari pertama sudah memaksa mata kami memindai ke segala penjuru. Ternyata itu belum seberapa dibandingkan apa yang kami dapati keesokan harinya. Sabana Wade! Tiap sudutnya seolah berebutan mendapat perhatian. Bukit-bukitnya yang saling bertindihan, jejeran pohon-pohon lontarnya yang menantang langit, rumput dan alang-alangnya yang berdesakan, dibingkai dengan laut dan langit biru mentereng. Picture perfect! Sungguh sempurna!

 

Bukit Cinta, dipandang dari Bukit Jomblo di seberangnya, sangat memanjakan mata

 

Sabana Wade, picture perfect!

 

Sabana Wade, dari angle mana pun cantik!

 

Itu saja? Tentu tidak! Ada pasar barter di Desa Wulandoni, Desa Lamalera dan kisah-kisah heroik para pemburu pausnya, pantai berpasir merah maupun pantai bertebing gahar, Dapur Alam yang bukan nama restoran (hehe), dan tentunya tiga gunung apinya yang gagah sekaligus mistis: Ile Lewotolok, Ile Batutara, dan Ile Werung.

 

Pasar barter di Desa Wulandoni

 

Pantai Lamariang, berpasir merah

 

Pantai Batu Payung, bertebing gahar

 

Ile Lewotolok

 

Ile Batutara

 

Ile Werung

 

Terlalu banyak keelokan Lembata yang tidak bisa diceritakan dengan paripurna hanya lewat sederet tulisan dan segambreng foto-foto. Trippers mesti datang sendiri, melihat langsung, merasakan, menikmati, menjiwai. Segera, karena kalau sudah ramai dengan wisatawan, tentu sensasi kenikmatannya sudah jauh berbeda.

 

Saya pastinya tak berharap Lembata sepi abadi. Sebaliknya berdoa semoga cepat diserbu wisatawan karena Lembata layak diramaikan dan diviralkan. Tapi tetap dijaga alam dan budayanya. 

 

MyTrip membuka kembali open trip ke Lembata tanggal 25 Agustus - 1 September 2022. Yuk daftar segera ke 0811821006.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Dok. MyTrip, Hendra Yuwono, Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo, Suhari, Teo Liam Pheng
Comment