BEGINI NIH RASANYA BERENDAM DI CURUG BALIUNG YANG TAK JAUH DARI JAKARTA 2021-09-17 10:25

Curug Baliung, airnya super bening

 

Airnya memang hijau toska dan super bening! Yang Trippers lihat di internet maupun di Instagram memang nyata. Dan selain bening, airnya juga luar biasa dingin! Curug Baliung atau Cibaliung di Babakan Madang Bogor ini benar-benar alternatif wisata cari seger dan cari keringet yang tak jauh dari Jakarta. Kalau ke sini MyTrip sarankan berendam di leuwi atau kolam alami ataupun di aliran airnya. Benar-benar me-refresh jiwa raga.

 

Ini dia leuwi di bawah air terjun utamanya, hijau toska!

 

BAGAIMANA RUTE KE SANA?

Curug Baliung berada di Kampung Wadung Desa Karangtengah Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari Jakarta masuklah ke Tol Jagorawi arah Bogor, tapi tentu tak perlu sampai Bogor. Keluarlah di Exit Sentul Selatan, lalu ambil jalur kiri ke Sentul (kalau yang kanan itu lanjut ke Tol Lingkar Luar Bogor). Ikuti terus jalan utama (boleh juga ikuti plang petunjuk menuju Jungle Land), belok kiri sekali, lanjut sampai ketemu bunderan Sentul Nirwana, ambil exit pertama alias belok kiri. Sebelum masuk ke area jalan masuk Jungle Land, perhatikan di sebelah kanan ada jalan kecil dan papan petunjuk “Gunung Pancar”, nah belok masuk ke jalan kecil itu.

 

Baca juga: “Jalan-Jalan ke Curug di Sentul Yuk Wiken Ini…

 

Ikuti terus jalan tersebut, mulai sedikit menanjak. Ketemu pertigaan, ke kanan Gunung Pancar, kita ambil yang kiri. Makin lama jalan makin menanjak dan lika-liku, pemandangan di kiri jalan makin memesona dengan deretan perbukitan dan persawahan. Kalau masih pagi cakep banget suasananya, bukit berlapis-lapis diuntai kabut. Rute ini cukup menantang karena makin ke atas kita akan makin banyak menemui tanjakan maupun turunan yang amat curam disertai liukan tajam juga. Mobil sedan masih bisa lewat, asal perlahan saja saat melewati aspal bolong-bolong --nggak banyak sih, sebagian besar jalanannya sudah mulus. Mobil sedan atau yang ground clearance-nya rendah juga harus sangat hati-hati saat melewati turunan tajam yang langsung disambung tanjakan.

 

Perjalanan dengan jalur yang menantang ini dilalui sekitar 30-40 menit. Mengingat jalurnya sulit, tidak disarankan bagi pengemudi yang kurang berpengalaman.

 

SATU AREA DENGAN LEUWI HEJO

Curug Baliung berada satu area dengan Leuwi Hejo, posisi paling atas. Jadi bisa juga arahkan Google Maps ke Leuwi Hejo. Kalau Trippers tidak datang bersama pemandu, pasti akan masuk lewat gerbang utama bertuliskan besar-besar “Leuwi Hejo”, seperti yang MyTrip lakukan tiga tahun lalu saat ke Leuwi Hejo tanpa pemandu.

 

Baca juga: “Supaya Nggak Kena Bayar 2X ke Leuwi Hejo, Tiru Trik Ini!

 

Namun pada kesempatan kali ini MyTrip bersama rombongan membayar paket trip, didampingi pemandu dari titik kumpul di depan Jungle Land. Jadi kami diarahkan parkir mobil di halaman rumah warga beberapa puluh meter lagi di depan gerbang utama Leuwi Hejo.

 

Parkir mobil cukup luas di antara rumah warga

 

Kita bisa ke toilet dulu, kemudian dibrief singkat dan diajak melenturkan badan sebelum memulai trekking ke Curug Baliung. Kami juga dipinjami trekking pole, benda yang sangat-sangat membantu.

 

Baca juga: “Panduan Lengkap & Terkini ke Curug Walet di Bogor

 

RUTE TREKKINGNYA

Pertama-tama kami melewati jalan kampung di antara rumah dan kebun warga. Lalu sampai di area terbuka persawahan, yang mengundang untuk berfoto dulu. Terkadang kita harus melewati aliran air, jadi disarankan memakai sendal gunung.

 

Jalan kampung di antara kebun warga

 

Melewati persawahan

 

Terkadang kita harus melewati aliran air

 

Setelah 30-40 menit berjalan, barulah ketemu rute utama Leuwi Hejo. Untuk ke Baliung ambil jalur kanan yang menanjak. Jalurnya berupa tanah merah yang akan sangat becek dan licin kalau hujan.

 

Rute menanjak, berupa tanah merah

 

Sekitar 15 menit kemudian jalur berubah menjadi tangga-tangga batu. Ada pecahan lagi, ke bawah ke arah Curug Barong, ke Baliung tentu ke atas terus. Di kiri-kanan banyak pohon kopi jenis robusta. Kalau jeli melihat tanaman juga akan menemukan pohon pakis, anggrek, tekokak, jambu, harendong (mirip poh-pohan tapi berbulu).

 

Jalur tangga-tangga batu

 

Daun harendong

 

Jalur kemudian menurun, tanah merah, cukup curam dan licin, terutama kalau habis basah terkena hujan. Lalu menanjak lagi.

 

Jalur menurun dan licin, minta pegangan pemandu, atau ngesot aja lebih aman

 

Sekitar 1,5 jam dari titik start, tibalah kami di Leuwi Lieuk. Kalau Trippers jalannya cepat dan nggak banyak berhenti istirahat, mungkin bisa 1 jam sudah sampai titik ini.

 

Kalau tujuannya ke Curug Baliung, lanjut terus ke atas lagi. Jalurnya sebagian tentu menanjak, ada jalur tanah maupun tangga-tangga batu. Ada juga ruas yang datar maupun menurun.

 

Tidak terlalu jauh, 20 menit saja, tibalah di gerbang loket tiket Curug Baliung. Tiket masuk Rp10.000. Kalau ambil paket trip, tentu nggak usah bayar lagi, urusan pemandu yang bayar.

 

Tibalah di gerbang loket tiket Curug Baliung

 

Belum langsung ketemu curugnya ya, tapi sudah terlihat aliran air dan salah satu leuwi yang super bening. Ada satu warung di sini. Kalau misalnya di curug utamanya ramai, MyTrip anjurkan berendamnya di sini saja. Tapi tentu kita lanjut dulu untuk melihat area utama curugnya. Treknya masih naik terus dengan jalur berbatu. Tapi nggak jauh lagi kok, hanya 5 menit, tibalah kita di area utama curug. Jadi total trekking santai termasuk istirahat dan foto-foto sekitar 2 jam.

 

Leuwi di dekat loket tiket yang cocok untuk berendam

 

BAGAIMANA RUPA CURUGNYA?

Berdiri melihat ke arah curug utama dari arah jembatan bambu, mungkin Trippers akan bergumam, “Yaah… begini doang curugnya…” Pendek (sekitar 3 m), biasa aja. Sebaiknya simpan dulu komentarnya, tunggu sampai kalian maju terus, menyeberangi jembatan bambu, lalu menyusuri sisi sebelah kiri aliran air, longok area di balik batu besar.

 

Berdiri melihat ke arah curug utama dari arah jembatan bambu

 

Menyeberangi jembatan bambu

 

Wowww… leuwi atau kolam alami yang terbentuk di bawah curug airnya hijau toska dan bening banget! Aliran airnya juga cukup deras. Kontur bebatuan di kiri kanan curug menambah indah. Di titik ini pengunjung yang berani bisa melakukan lompatan ke air. Aman karena airnya dalam, 5-6 m. Bahkan ada beberapa orang yang menjajal menyelam di sini, saking beningnya.

 

Leuwinya sangat menggoda, hijau bening!

 

Di atas curug utama ada curug lagi. Bebatuan di kiri kanan menambah elok curugnya

 

Bagi yang nggak bisa berenang tapi ingin menikmati airnya yang dingin, ada banyak titik di aliran air yang dangkal dan berbatu, cocok untuk berendam-rendam cantik.

 

Bisa berendam di aliran airnya yang dangkal

 

MyTrip memilih untuk berendam di leuwi pertama di dekat loket tiket. Anak-anak juga bisa turun ke sini, tapi di bagian dekat tangga turun aja. Karena makin ke kanan, makin mendekati aliran yang lolos dari celah batu, leuwi-nya makin dalam. Enak sekali rasanya menaruh punggung di aliran air di bawah batu, serasa dipijat.

 

Anak-anak aman bermain di leuwi dangkal dan airnya tenang

 

Merasakan pijat alami di sini

 

Habis berendam lapar, tinggal pesan mie instan di warungnya, plus gorengan dan teh manis hangat. Aneka snack kemasan dan minuman kemasan juga dijual di sini. Toilet maupun kamar bilas juga tersedia, bayar Rp2.500-3.000.

 

Tapi kalau Trippers hendak mampir ke curug atau leuwi lainnya yang searah jalan balik, jangan ganti baju dulu. Karena di bawah Curug Baliung ada Leuwi Lieuk, Leuwi Cepet, Leuwi Benjol, dan Leuwi Hejo. Dan agak beda sedikit jalurnya ada Curug Barong. Kamar bilas juga banyak tersedia di sepanjang jalur.

 

Semua curug ini bisa dijangkau dalam sehari. Hubungi MyTrip jika ingin memesan paket tripnya di 0811821006. Dan ikuti artikel selanjutnya ya…

 

 

Teks & Foto: Mayawati NH (Maya The Dreamer)
Comment