WISATA LENGKAP CEBU, YA PANTAI, BUDAYA, SEJARAH, DAN MANGGA MANIS! 2019-09-07 00:00

Fort San Pedro

 

Selain Manila, Pulau Cebu menjadi tujuan favorit wisatawan yang datang ke Filipina. Pulau ke-9 terbesar di Filipina yang termasuk dalam Kepulauan Visayas ini terkenal sebagai tropical paradise dengan pantai-pantai alami, titik-titik selam, lembah dan pegunungan, dan mangga manis! Cebu City sendiri merupakan kota tertua dan ibu kota pertama Filipina serta kota metropolitan sekaligus pusat budaya Visayas.

 

Cebu juga sarat nilai sejarah. Di pulau inilah Ferdinand Magellan dari Spanyol mendarat pertama kali tahun 1521. Tapi sebelum Magellan datang pun, Cebu sudah terkenal sebagai gerbang masuk bagi pedagang-pedagang Asia.

 

Pulau Cebu membujur 225 km dari utara ke selatan. Ada 167 pulau di Provinsi Cebu di antaranya Mactan, Bantayan, Malapascua, Olango, Camotes. Bandaranya berada di Lapu-Lapu City di Pulau Mactan. Pulau Mactan dan Pulau Cebu (tepat di Mandaue City) dihubungkan dua jembatan, salah satunya Marcelo B. Fernan Bridge.

 

Mencapai Cebu cukup terbang dari Manila selama 1 jam 10 menit. Atau 5,5 jam kalau dari Jakarta dengan Philippine Airlines atau Cebu Pacific dengan transit di Manila.

 

OBJEK WISATA DI CEBU CITY:

FORT SAN PEDRO

Inilah benteng tertua di Filipina peninggalan Spanyol yang mulai dibangun pada 8 Mei 1565 dengan peletakan batu pertama oleh Miguel Lopez de Legazpi. Nama San Pedro diambil dari nama kapal layar yang dipakai Legazpi dari Samudera Pasifik ke Cebu.

 

Begitu masuk, di lorong depan kita akan melihat foto/lukisan yang berisi keterangan tentang benteng ini. Lalu di bagian tengah ada taman. Sementara di sebelah kanan lorong masuk ada ruang pamer, begitu juga di lantai atas. Seperti juga benteng pada umumnya, bagian atas dinding luar benteng bisa dinaiki dan dikelilingi.

 

Ruang pamer di Fort San Pedro

 

Jam bukanya: 08.00-20.00 (setiap hari). Tiket masuk: PHP 30 (dewasa), PHP 20 (anak-anak dan pelajar dari 7-20 tahun), PHP 24 (lansia).
 

MAGELLAN’S CROSS

 

Didirikan 14 April 1521 oleh Ferdinand Magellan. Adalah tempat pembaptisan Kristen pertama bagi Filipinos yakni Rajah Humabon dan Queen Juana dan sekiar 400 pengikutnya oleh Fr. Pedro Valderama.

 

SUGBO MERCADO MARKET

Sugbo Mercado Market di kawasan IT Park ini berada di area terbuka seluas 2.500 m2. Terdapat sekitar 65 outlet makanan dan minuman yang buka Kamis-Minggu pukul 17.00-01.00.

Ini bukan pusat kuliner malam biasa. Pertama, semua outlet di sini telah melewati proses kurasi yang ketat oleh gate keeper yang ahli kuliner. Kedua, banyak di antara penjual makanan itu adalah local start ups yang penuh inovasi. Beberapa jenis menu, cara memasak, atau cara penyajiannya membuat Anda berdecak antara kagum dan tergiur.

 

Rekomendasi menu: Seafood Baked Scallop and Taiwanese Fried Squid by Seabo, Chimney Cones by Chimney Alchemy, Spicy Belly by Kusinaguadalupe or Jamals, Dessert by Freak Shake (the unicorn and mermaid theme).

 

Rekomendasi lainnya:

- Bagi pemakan nonhalal, cicipi ragam cita rasa lekchon baboy (babi panggang) minimal dari 2 outlet.

Coba lekchon baboy

 

- Yang mau coba masakan khas Filipina harus coba Tinola yang mirip garang asem dan Adobao.

               

THE HERITAGE OF CEBU MONUMENT

Monumen di Plaza Parian Cebu City ini menggambarkan sejarah Cebu dari masa Rajah Humabon sampai kanonisasi St. Pedro Calungsod.

 

YAP-SANDIEGO ANCESTRAL HOUSE

Merupakan rumah Don Juan Yap dan Dona Maria Florida bersama anak-anak mereka. Rumah tinggal tertua di Filipina dan rumah bergaya China tertua di luar China ini dibangun antara tahun 1675-1700. Beralamat di 155 Lopez Jaena Corner Mabini Street, 6000 Parian District, Cebu City.

 

Yang kita lihat benar-benar rumah dalam bentuk aslinya, dua lantai, terbuat dari batu koral dan kayu-kayu. Beberapa bagian memang terlihat sudah pudar, tapi masih terawat. Isi rumahnya pun 90% original dan tidak rusak.

 

Salah satu sudut Yap-Sandiego Ancestral House

 

Pengunjung bebas melihat-lihat dan berfoto di semua ruangan. Bahkan boleh duduk di kursi-kursinya, termasuk kursi yang ada di kamar tidur utama. Tiket masuknya: PHP 50. Jam buka: 08.00-19.00

 

RALFE GOURMET CASA DE CACAO

Penggemar cokelat yang datang ke Cebu harus ke sini. Alamatnya di 3349 Topaz St., Casals’ Village, Mabolo, Cebu City. Di sini kita akan mendapat keterangan tentang sejarah perkembangan dan tradisi cokelat di Filipina yang diceritakan oleh Raquel T.Choa, Sang Ratu Cokelat.

 

Sang Ratu Cokelat sedang membuat sikwate

 

Cerita dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan tablea (tablet cokelat). Kita juga bisa icip-icip cokelat batangan, minuman sikwate (hot chocolate) maupun kue cokelat. Pokoknya puas lah, dapat ilmu sekaligus perut kenyang. Untuk ikut tur coklat ini harus reservasi 5 hari sebelumnya.

 

Baca juga: "Alternatif Wisata di Bohol Filipina: Loboc River Cruise"

 

MANGO FACTORY TOUR

Filipina terkenal dengan manisan mangganya (dried mango). Ini tak terlepas dari satu nama perusahaan, Profood Internasional Corporation yang memproduksi aneka manisan buah-buahan dalam kemasan.

 

Wisatawan bisa berkunjung secara berombongan dan melakukan tur pabrik dengan membuat reservasi seminggu sebelumnya. Kita akan diajak berkeliling pabrik, melihat rangkaian proses dari pemilihan mangga, pengupasan, hingga akhirnya dikemas dan siap dipasarkan. Mangga yang dipakai hanya satu jenis, carabao mango.

 

Setelah selesai, kita akan diarahkan ke museum/gallery dan terakhir ke tokonya, di mana kita bisa membeli semua produk olahan buah-buahan dengan harga pabrik tapi belinya eceran.

 

Produk Profood

 

Alamatnya di Highway Maguikay, Mandaue City, Cebu. Harga paket tur: PHP 200/orang.

 

PULAU WISATA DI SEKITAR CEBU:

GILUTUNGAN & NALUSUAN ISLAND

Kedua pulau ini berada di sebelah tenggara Pulau Mactan, sementara Mactan sendiri berada di pesisir timur Pulau Cebu. Baik Gilutungan (baca: Hilutungan) maupun Nalusuan adalah pulau resor. Tapi kita bisa berkunjung tanpa perlu menginap di sana. Cukup menginap di Lapu-Lapu City yang ada di Mactan.

 

Dari dermaga di Mactan ke Gilutungan naik pumpboat butuh 30 menit. Sementara dari Gilutungan ke Nalusuan butuh 20 menit. Tidak ada kapal umum, jadi harus sewa pumpboat atau ikut paket tur yang banyak ditawarkan di Lapu-Lapu City. Tur berlangsung 5-6 jam termasuk perjalanan.

 

Pumpboat yang mengantar wisatawan ke Nalusuan Island

 

Kegiatan favoritnya pastilah snorkeling atau berenang cantik. Airnya jernih dan banyak ikan hias warna-warni. Kegiatan lain yang bisa dilakukan yaitu jetski, banana boat, kayak, paddle boat, menyelam, voli pantai. Semua fasilitas disediakan oleh pihak resor, tentu dengan biaya tambahan.

 

Underwater di Gilutungan Island

 

Daftar Kegiatan atau Objek Wisata Lain di Cebu City:

  • Lapu-Lapu Shrine di Punta Engano.
  • Museo Sugbo di M.J. Cuenco Ave.
  • Basilica del Santo Nino di Santo Nino.

 

Daftar Kegiatan atau Objek Wisata Lain di Cebu:

  • St. Michael Church di Argao.
  • St. Catherine of Alexandria dan Balay Na Tisa di Carcar.
  • Danao Church di Danao.
  • Boljoon Church di Boljoon.

 

Wisata alam di sekitar Cebu: Mactan Island, Bojo River, Kawasan Falls, Camotes Islands, Malapascua Island, Olango Wildlife Sanctuary.

 

REKOMENDASI TEMPAT MAKAN DI CEBU:

  • Abaseria Deli Cafe

            32 Pres. Quirino St, kasambagan, Cebu City, 6000 Cebu.

            Jam buka: 09.00-21.00 (Senin-Sabtu), 11.00-19.00 (Minggu).

Menunya fusion food.

  • Isla Sugbu Seafood City

Ground Floor, Grand Convention Center Cebu, Archbishop Reyes Avenue, Lahug, Cebu City, Cebu.

Jam buka: 11.00-14.00; 18.00-22.00.

Sistemnya all you can eat tapi pilihannya seafood mentah yang dipajang, lalu kita bisa cminta masak cara apa.

  • Seafood Island (ala Boodle Fight)

Fourth Floor, The Terraces, Ayala Center Cebu, Cebu Business Park, Cebu City.

Jam buka: 10.00-23.00.

Menu paket Boodle Fight menjadi andalan resto casual dining ini. Mirip liwetan atau bancakan.

Boodle Fight

 

Rekomendasi hotel di Cebu: Jpark Island, Resort & Waterpark Cebu.

 

 

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Shutterstock
Comment