HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MENJAJAL STAND UP PADDLING 2021-05-07 00:00

 

Masih ingat foto Susi Pudjiastuti menyeruput kopi di atas paddle-board yang pernah viral di jagat netizen Indonesia? Kalaupun foto tersebut luput dari perhatian Anda tetap saja tidak sulit menemukan di media sosial foto-foto orang bertubuh ideal sedang menikmati matahari di pantai indah di atas sebuah papan sambil menggenggam dayung panjang. Dari foto-foto tersebut dan berkembangnya wisata pesisir di Indonesia, banyak orang-orang urban semakin penasaran dengan olah raga yang dinamakan Stand Up Paddling (di singkat SUP) ini. Apalagi dengan mulai tersedianya papan SUP inflatable dengan harga yang semakin terjangkau.

 

DARI HAWAII HINGGA PAPUA

Meski seolah ini merupakan tren ‘baru’ di Indonesia, SUP dengan bentuk dan desain spesifik seperti yang kita kenal hari ini sudah bergulir semenjak akhir ’90-an dan awal 2000-an di Amerika Serikat, khususnya California. Ini pun bisa dibilang kelanjutan dari bentuk SUP yang pada tahun 1960-an lahir di Hawaii. Lebih jauh lagi, SUP yang lahir di Hawaii itu pun terinspirasi dari aktivitas nenek moyang orang-orang Hawaii yang sudah mendayung di atas papan semenjak ratusan tahun.

 

Dan tahukah Anda bahwa mendayung berdiri adalah kegiatan yang lazim pada kebudayaan pesisir bangsa-bangsa super kuno dari Afrika hingga Papua? Ya, termasuk juga pada kebudayaan-kebudayaan perairan Nusantara. Maka ketertarikan orang pada SUP, alih-alih sebagai tren baru, boleh jadi lebih mirip seperti kecenderungan kembali ke selera asal.

 

 

MANFAAT KESEHATAN DAN KEBUGARAN

Oke, SUP itu trendy dan bersejarah, lalu apa lagi? Kadang sebuah tren dapat berkembang karena didukung hal lain: manfaat kesehatan dan kebugaran yang nyata. Tentu Anda sudah dapat membayangkan bahwa mendayung merupakan aktivitas yang mengolah stamina seperti berlari dan bersepeda. Namun ada faktor kebugaran lain yang tak langsung dapat ditebak kecuali Anda mencobanya sendiri.

 

Berdiri di atas papan SUP, tubuh kita menyeimbangkan diri dengan dengan penggunaan otot yang kurang lebih menyeluruh dari kaki, tangan, bahu, dan terutama otot abdomen. Ketika mendayung pun, jika mendayung secara benar, yang bekerja adalah otot abdomen sementara tangan dan kaki hanya menjadi perantara tegangan. Maka mendayung di atas SUP membangun otot secara merata sehingga bentuk tubuh relatif menjadi lebih proporsional. Inilah mengapa SUP belakangan juga menjadi kegiatan pendukung yoga. Di Indonesia terutama di Bali dan Lombok mulai bermunculan kelas yoga SUP.

 

 

HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIKETAHUI

Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari olah raga SUP. Yang pertama, meski bentuk modernnya belum lama berkembang, SUP telah sempat terdiversifikasi menjadi beberapa genre dan setiap genre memiliki desain papan yang berbeda. Genre pertama SUP justru SUP selancar (surfing), dan desain papannya disesuaikan untuk upaya menangkap dan menggunakan ombak.

 

Ini akan berbeda bentuk dengan papan yang digunakan untuk touring jarak jauh, berbeda lagi dengan untuk perjalanan pendek, untuk bersantai ria, atau malah untuk berarung jeram. Anda perlu tahu ini karena jika ingin menjajalnya untuk pertama kali Anda akan kesulitan jika yang disediakan adalah, contohnya, papan untuk touring jarak panjang yang lebih lonjong namun kurang stabil. Untuk pemula adalah tipe perjalanan pendek atau rekreasi yang paling mudah.

 

 

Hal kedua, jangan lupa dengan faktor keselamatan. Dua rIsiko yang sangat jelas adalah tenggelam dan terbakar sinar matahari. Jika belum mampu berenang maka mutlak Anda membutuhkan pelampung atau rompi apung. Tapi jikapun Anda mampu berenang rompi apung tetap membantu. Sebagian orang benci rompi apung karena yang mereka bayangkan adalah pelampung besar dan kotak dengan warna mencolok mata, yang membuat Anda tampak buruk rupa dan sumuk. Untungnya saat ini mulai tersedia pelampung dan rompi apung yang tidak hanya aman dan nyaman tapi juga enak dipandang. Dan jika Anda sudah mahir berenang ada alternatif lain dari menggunakan pelampung yaitu memasang leash (tali) di kaki atau pinggang Anda ke papan SUP. Jika Anda jatuh maka papan SUP akan menjadi pelampung dan arus tidak dapat memisahkan Anda.

 

Risiko terpapar matahari, ini tidak dapat dianggap enteng, apalagi kita berada di negeri tropis. Dari kulit mengelupas karena terbakar hingga kanker kulit adalah risiko paparan matahari dalam waktu lama. Apalag jika Anda tidak sedang melakukan surfing dengan SUP, Anda akan jauh lebih banyak di atas air ketimbang berenang. Tentunya sun lotion dapat membantu, namun pastikan tidak ada wilayah kulit Anda yang luput.

 

Baju yang tertutup juga bukan ide yang buruk, karena banyak bahan pakaian olah raga saat ini yang relatif sejuk. Lagipula jika terasa kepanasan dengan baju tertutup Anda dapat mencelupkan diri ke air lalu naik kembali ke papan. Keuntungan memakai baju tertutup adalah Anda tidak perlu khawatir sun lotion menipis atau menyebarkan zat kimia pada terumbu karang misalnya (tidak semua sun lotion aman bagi biota laut). Tentu tak hanya tubuh, jangan lupa memakai topi dan kacamata hitam.

 

Percayalah, foto-foto wanita dan pria berpakaian minimal di atas papan SUP di air datar yang sering kita jumpai di internet itu bukan dari kegiatan SUP yang berlangsung lama. Kemungkinan mereka hanya bersantai tak lebih dari setengah jam.

 

 

Teks & Foto: Priyo Utomo
Comment
Sisossy

best place to buy cialis online

2021-08-08
Sisossy

viagra vs cialis

2021-06-03