SINGAPURA MASIH BELUM BUKA UNTUK TURIS, WISATAWAN INDONESIA MAKIN PERCAYA DIRI KE LUAR NEGERI 2021-04-08 20:45

Complete mural - Under the Same Sun, Bali Lane, Kampong Gelam Singapore

 

Pertanyaan yang paling sering diajukan orang Indonesia kepada Singapore Tourism Board (STB) belakangan ini adalah “Kapan Singapura buka lagi untuk turis?” Soalnya sudah banyak sekali orang Indonesia yang kangen pengen dolan-dolan ke Singapura lagi. Walaupun harapan sudah mulai ada, tapi Trippers agaknya masih harus bersabar lagi. Karena jawabannya masih seputaran kurang lebih seperti ini, “Kami belum bisa memastikan, karena persoalan pandemi ini memang tidak mudah. Tapi selama menunggu, kami telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar semuanya telah siap nanti bila waktunya sudah tepat buat Anda semua berwisata lagi ke Singapura.”

 

Tak mau mengecewakan banyak orang yang sudah kangen Singapura, STB pun memulai inisiatif “SingapoReimagine” atau “Hidupkan Kembali Impianmu di Singapura” dengan meluncurkan karya mural yang terpisah antara Singapura dan Indonesia di M Bloc Space Jakarta pada tanggal 8 April 2021.

 

Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director STB Indonesia (Jakarta) mengatakan, “Kami memulai inisiatif SingapoReimagine di Indonesia dengan mengundang dua seniman, satu dari Singapura dan satu dari Indonesia, untuk berkolaborasi membuat karya mural yang terpisah di antara kedua negara, menggunakan seni sebagai medium penghubung. Seni mural telah memainkan peran penting di kawasan terkenal Singapura, seperti Little India, Chinatown dan Kampong Gelam. Sebelum pandemi, orang Indonesia juga senang berfoto dengan seni mural di Singapura untuk mengingat liburan mereka serta membagikannya di media sosial. Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam aktivasi mural di M Bloc space Jakarta ini juga akan semakin meningkatkan pengalaman dan imajinasi pengunjung. Kami berharap karya mural ini akan semakin menarik minat masyarakat untuk berwisata kembali dalam waktu dekat dan menjelajahi Singapura."

 

Bertajuk “Under the Same Sun”, karya tersebut merupakan gagasan seniman Stereoflow dari Indonesia dan ZERO dari Singapura yang terpisah secara geografis, namun digambarkan bermimpi di bawah matahari yang sama.

 

Mural di M Bloc Space Jakarta

 

Kedua karya mural lintas negara tersebut memiliki satu makna, yakni meski saat ini terpisah dan tidak dapat melakukan perjalanan, kita semua melalui situasi tersebut bersama, dan bersatu di bawah matahari yang sama. Karya mural tersebut dipenuhi berbagai unsur simbolisme yang mencerminkan keinginan orang untuk kembali berwisata dan terhubung kembali dengan keluarga dan teman setelah pandemi berakhir. ZERO memilih untuk menampilkan gapura, sedangkan Stereoflow memilih Marina Bay dan Gardens by the Bay, sebagai bagian dari ikon yang memiliki arti lebih bagi keduanya.

 

Karya mural ini juga merupakan bagian lebih luas dari proyek Hall of Fame di Kampong Gelam, Singapura. Tersebar di Bali Lane dan Ophir Road, proyek ini menampilkan tujuh belas mural, termasuk karya seni ZERO untuk menambah warna dan karakter pada semangat Kampong Gelam. Ini adalah Hall of Fame grafiti pertama di Asia Tenggara, tempat dengan beberapa dinding di mana seniman dapat melukis dengan bebas. Dengan adanya setengah lukisan mural yang dilakukan Stereoflow di M Bloc Jakarta, diharapkan masyarakat Indonesia dapat membayangkan berwisata kembali ke Singapura dan mengunjungi setengah lukisan mural lainnya yang dilakukan ZERO di Bali Lane, Kampong Gelam, pada saat yang tepat.

 

 “Seni mural merupakan media bagi kami untuk menyampaikan pesan-pesan yang kuat dan bermakna tentang kemanusiaan dan gagasan. Kami ingin orang-orang mulai bebas membayangkan tentang rencana perjalanan mereka dan menghidupkan kembali impian mereka untuk bepergian, seperti bagaimana ZERO dan saya memulai perjalanan kami untuk membayangkan kembali berwisata melalui proyek ini, ”kata Stereoflow, yang memiliki nama asli Adi Dharma.

 

TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI WISATAWAN INDONESIA KE LUAR NEGERI TERUS MENINGKAT

Merespons kondisi sekarang, STB menciptakan standar baru pariwisata, cara baru yang tak pernah terpikirkan sebelum pandemi ini merebak. Dipastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan terjamin agar makin banyak yang mau melakukan perjalanan. Dan memang menurut hasil studi COVID-19 Impact Analysis yang dilakukan STB di 15 negara melalui kantor perusahaan riset pasar, Ipsos, pada bulan Januari 2021 lalu, tingkat kepercayaan diri wisatawan Indonesia dalam bepergian ke luar negeri terus meningkat. Dengan 68% wisatawan leisure dan 88% wisatawan BTMICE (Business Travel and Meetings, Incentive Travel, Conventions and Exhibitions) dari Indonesia mengindikasikan kemungkinan untuk melakukan perjalanan internasional dalam 12 bulan ke depan. Jadi wisatawan Indonesia di atas rata-rata tren global yang menunjukkan intensi berwisata internasional sebesar 68% untuk wisatawan leisure dan 72% untuk wisatawan BTMICE.

 

Baca juga: “Singapura Menantikan Wisatawan Indonesia

 

Upaya terbaru STB untuk mempertahankan daya tarik Singapura sebagai tujuan bisnis dan rekreasi difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu memulihkan arus wisatawan ke Singapura, memfasilitasi transformasi industri dan bisnis, dan mempertahankan citra positif Singapura sebagai destinasi pilihan.

 

Untuk memulihkan arus wisatawan, STB bekerja sama dengan badan pemerintah Singapura lainnya dalam menjajaki berbagai opsi untuk pembukaan kembali perbatasan. Connect@Singapore dengan Connect@Changi sebagai fasilitas perdana yang diluncurkan pada Februari 2021, merupakan salah satu contoh upaya Singapura dalam membuka kembali perbatasan secara terkendali dan aman. Inisiatif ini memungkinkan sejumlah wisatawan bisnis, resmi, dan bernilai ekonomi tinggi untuk memasuki Singapura secara terbatas dengan masa inap jangka pendek hingga 14 hari.

 

Connect@Changi

 

Dimulainya kembali acara-acara terkenal seperti Mobile Legends Bang Bang (MLBB) M2 World Championship, ONE Esports DOTA2 Singapore Major dan TraveRevive, dll., juga merupakan bagian dari upaya untuk menyelenggarakan kembali acara MICE dan dan Gaya Hidup/Olah Raga di Singapura.

 

STB juga sedang mengerjakan strategi Augmented Reality (AR), yang bertujuan untuk membantu bisnis pariwisata mengembangkan konten AR yang interaktif.

 

STB telah menginisiasi berbagai kampanye untuk menghibur dan menginspirasi masyarakat Indonesia yang merindukan traveling. Salah satunya dengan meluncurkan kampanye #TravelThrowback pada bulan Juli 2020, memperkenalkan serial "Cook with Me" dengan chef selebriti Martin Praja dan "Jalan-jalan Bersama Marissa" dengan presenter Marissa Nasution, serta kampanye TikTok Kangen Singapura.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer), Singapore Tourism Board Foto: Singapore Tourism Board, www.theceomagazine.com
Comment