SHOHI ZINDA DI UZBEKISTAN, KOMPLEK PEMAKAMAN YANG TAK SURAM APALAGI SERAM 2020-05-23 00:00

Bagian ujung/atas dari Shohi Zinda Complex yang sangat Instagenik

 

Singkirkan bayangan tentang komplek pemakaman yang suram apalagi seram. Shohi Zinda, Memorial Complex of Islamic Architecture, sama sekali tak menampilkan kesan itu. Malah kesannya kinclong dan mewah. Komplek pemakaman kuno dari abad ke-11 ini berada di bagian timur laut Samarkand, dan menjadi destinasi wajib jika ke Samarkand, kota kedua terbesar di Uzbekistan. Bangunan-bangunan bermozaik ubin biru yang berdiri saling berhadapan dengan hanya dipisahkan lorong akan ‘menyihir’ dan menahan kita berlama-lama di sini.

 

Mozaik ubin biru mendominasi komplek pemakaman ini

 

TERDIRI ATAS TIGA BAGIAN

Agar bisa mengeksplornya dengan efisien dan tahu bangunan mana saja yang wajib dimasuki dari sekitar 20 bangunan makam yang ada, mari dibaca dulu penjelasannya ini.

 

Komplek pemakaman yang oleh warga lokal disebut Street Cemetery ini terbagi menjadi 3 kelompok: bawah, tengah, dan atas, yang terhubung oleh lorong berkubah yang dalam bahasa lokal disebut chartak.

 

Masuk ke komplek ini kita harus menaiki anak tangga yang cukup curam. Ada sumber yang menyebutkan anak tangganya sebanyak 36, ada juga yang menyebut 40. Dan kalau kita coba menghitungnya saat naik dan saat turun hasilnya pasti beda. Percaya nggak percaya, coba buktikan saja sendiri ya.

 

Masuk dengan menaiki anak tangga ini

 

Lorong panjang di bagian awal

 

Nah begitu selesai naik tangga, kita dihadapkan pada lorong panjang yang diapit rapat bangunan-bangunan makam baik yang bermozaik ubin biru maupun yang bergaya terakota. Jangan terus ke depan, tapi masuklah dulu ke bagian kiri luar. Di situlah adanya bangunan-bangunan makam yang dikelompokkan bagian bawah. Yang mencolok di sini adalah makam dengan cupola/kubah ganda berwarna biru kehijauan yang berasal dari awal abad ke-15. Ini adalah makam Kazi Zade Rumi, seorang ilmuwan dan ahli astronomi.

 

Bangunan makam dengan cupola ganda

 

Dari teras di bagian kiri ini terlihat makam umum di kejauhan dan juga Masjid Bibi Khanum.

 

Pemandangan ke arah Masjid Bibi Khanum

 

Kembali lagi ke area lorong, nah di sinilah letaknya bangunan-bangunan yang dikelompokkan bagian tengah, dari abad ke-14 dan 15, dan merupakan makam-makam kerabat Amir Temur (Bapak Bangsa Uzbeksitan), pejabat militer dan para alim ulama. Dua yang tercantik adalah Makam Shirin Beka Oka, saudari Amir Temur, dan Makam Shodi Mulk Oko, keponakan perempuan Temur, yang jadi satu bangunan dengan makam ibunya, Turkon Oko, saudari Temur yang lain. Kedua makam ini saling berhadapan. Cermati interior termasuk plafonnya deh, indah!

 

Plafon di Makam Shirin Beka Oka

 

Bagian dalam Makam Shodi Mulk Oko

 

Selepas dari lorong ini kita memasuki halaman terbuka. Di sini bangunan makamnya lebih terpisah-pisah, membuat kita bisa jelas mengamati bentuknya. Bentuknya persegi, dengan bagian fasad dibuat lebih tinggi dari bangunan dan penuh mozaik, di atas pintu ada kanopinya, layaknya semua bagian depan bangunan peninggalan kuno di Uzbekistan. Di belakang dinding fasad terlihat kubah, ada yang berwarna biru, ada yang terakota. Di halaman terbukanya juga terdapat beberapa nisan tanpa bangunan.

 

Bangunan-bangunan makam di halaman terbuka

 

Lanjut lagi menuju bagian atas. Ditandai dengan gerbang yang berbentuk ruangan berkubah. Dari sini, ada dua pilihan, maju terus ke bagian akhir komplek, atau tengok ke kanan, di situ ada pintu menuju ke ruangan lain.

 

Ruangan berkubah sebagai penyambung bagian tengah dan atas

 

Bagian akhir komplek yang disebut bagian atas terdiri dari 3 bangunan makam yang membentuk siku tiga sisi. Ada Makam Khodja-Akhmad (1340-an), Makam Kutlug Oko, salah satu istri Amir Temur (1360-1361), dan Makam Tuman Oko (awal abad ke-15). Nah kalau sedang sepi, berfoto di sini keren banget!

 

Plafon di Makam Kutlug Oko

 

Berfoto di antara ketiga bangunan makam di bagian atas. Keren 'kan....

 

Lalu pintu ke kanan, ke ruang lain itu apa? Nah, ini highlight Shohi Zinda yang tak boleh dilewatkan.

 

MAKAM SEPUPU NABI MUHAMMAD SAW

Nama Shohi Zinda yang dalam bahasa Persia berarti "The Living King" berhubungan dengan kisah Kusam Ibn Abbas, sepupu Nabi Muhammad SAW, yang dimakamkan di sini. Kusam Ibn Abbas datang ke Kota Samarkand bersamaan dengan invasi Arab pada abad ke-7 (tahun 676, ada sumber yang menyebut tahun 640) untuk mengajarkan agama Islam. Beliau tinggal di Samarkand selama 13 tahun, dan tercatat sebagai salah satu dari penyebar pertama agama Islam di Asia Tengah. Dikisahkan, beliau dipenggal oleh pengikut Zoroastrianisme saat sedang sholat. Tetapi ajaibnya beliau tidak meninggal, lalu dengan mengangkat kepalanya sendiri beliau pergi menuju sebuah sumur yang dalam, yang kemudian disebut sebagai Garden of Paradise, tempat di mana beliau dipercaya masih hidup hingga kini. Inilah yang menjadi dasar nama Shohi Zinda, The Living King.

 

Suasana di dalam Makam Kusam Ibn Abbas

 

Kusam Ibn Abbas Complex ini dibangun pada abad ke-11 dan 12, tersambung dengan masjid kecil bernama Ziyorat-Khona.

 

Kini komplek ini menjadi salah satu lokasi ziarah yang penting dan dikeramatkan, menjadi magnet yang menarik banyak wisatawan peziarah datang ke Samarkand. Makanya tak heran banyak rombongan Umroh, termasuk dari Indonesia menjadwalkan kunjungan ke sini.

 

Masuk ke bagian inti makamnya, kita pasti akan merasa takzim sekaligus takjub dengan keindahan dekorasinya dari dinding hingga plafonnya tentu saja. Batu nisannya secara artistik adalah nisan terbaik di Asia Tengah. Didekorasi dengan keramik yang dominan berwarna cerah: biru, biru gelap, kuning, putih, hijau, dan warna emas berkilau.

 

Baca juga: "Uzbekistan Tak Sekadar Bangunan Monumental"

 

PERKEMBANGAN SHOHI ZINDA

Bangunan-bangunan yang paling awal ada di komplek ini dibangun pada abad ke-11 dan 12. Sementara bangunan-bangunan lainnya kebanyakan dari abad ke-14 dan 15. Rekonstruksi yang dilakukan pada abad ke-16 hingga 19 tidak signifikan dan tidak mengubah komposisi dan penampakan secara umum.

 

Selama berabad-abad satu demi satu makam dan bangunan di komplek ini bertambah, menghasilkan perpaduan gaya arsitektur dan teknik pengerjaaan mozaik-mozaiknya yang menakjubkan. Jadi tak ada bangunan makam yang persis sama satu dan lainnya baik dalam hal eksterior maupun interiornya.

 

Mozaik-mozaiknya menakjubkan. Makam Tuman Oko

 

Tahun 2001 Shohi Zinda bersama dengan bangunan kuno lainnya di Samarkand ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

Setelah bertahan sekitar 7 abad dengan hanya perbaikan minor, barulah direstorasi besar-besaran tahun 2005. Restorasi memang pasti harus dilakukan untuk memperbaiki dan mempercantik. Tapi sayangnya, akhirnya ada beberapa karya mozaik yang sudah tidak orisinil. Padahal karya mozaik keramiknya dinilai yang paling menakjubkan dari era Timurid.

 

Baca juga: "Bohong Banget Deh Kalau Nggak Blingsatan di Registan Samarkand"

 

PANDUAN BAGI PENGUNJUNG

Karena ini tempat ziarah, jadi wajib berpakaian sopan, tapi tak perlu harus berkerudung. Untuk yang hobi berpose-pose, wajib berlaku sopan, tapi tenang saja, tidak ada larangan memotret di sudut mana pun termasuk di dalam ruang makam. Memotret nisannya juga boleh. Hanya saja kalau membawa kamera jenis apa pun, wajib bayar camera fee sebesar 10.000 som (sekitar Rp15.000). Tapi kalau hanya memotret dengan kamera handphone tak perlu bayar.

 

Tiket masuk untuk wisatawan asing: 20.000 som, +/-Rp30.000 (dewasa), 10.000 som, +/-Rp15.000 (7-17 tahun).

Jam buka: 07.00-19.00

Lokasinya: Dari Registan Square berjarak 4,5 km, sekitar 10 menit berkendara.

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Edy Santoso, Mayawati NH
Comment
Origono

https://newfasttadalafil.com/ - non prescription cialis online pharmacy Flagyl Er For Sale Xtdhui Cialis Vardenafil In Osterreich Erhaltlich https://newfasttadalafil.com/ - cialis online pharmacy Zwjckw Naturally occurring phosphorus is all in the form P and of course this is the isotope normally found in the nucleic acids.

2022-05-13
Michlnoima

Memperbaharui mandi di Mytishchi https://megaremont.pro/ivanovo-restavratsiya-vann

2020-11-19