PERLU DIKETAHUI SEBELUM KE MACHU PICCHU! TIPS, BUJET, ITINERARY, UPDATE SELAMA PANDEMI (Bagian 3) 2021-02-10 00:00

Machu Picchu, membius banyak orang

 

Machu Picchu, situs arkeologi peninggalan Kerajaan Inca, menjadi magnet utama yang membuat wisatawan mancanegara berkunjung ke Peru, sebuah negara di Amerika Selatan. Foto-foto hamparan bangunan kuno di atas permadani rumput hijau yang dilatari gunung lancip di belakangnya begitu epik, membius banyak orang. Apalagi didekorasi dengan sinar mentari atau lautan kabut di sekitarnya. Tambah eksotis! Siapa coba yang bisa menolak untuk ke sana?

 

Artikel ini akan membahas tuntas semua hal yang perlu Trippers ketahui tentang Machu Picchu termasuk yang paling sering ditanyakan, berapa estimasi biayanya.

 

Baca bagian 2 di sini.

 

KENAPA MACHU PICCHU MENJADI DESTINASI IMPIAN BANYAK ORANG?

Karena situs Machu Picchu salah satu bukti peradaban tinggi Kerajaan Inca yang keberadaannya sangat mencengangkan –kita akan takjub demi melihat bagaimana komplek bangunan sedahsyat itu bisa dibangun di lokasi yang sulit aksesnya pada masa itu. Penampakannya pun sangat Instagrammable dengan latar gunung lancip di belakang reruntuhan bangunan dan deretan pegunungan lainnya, yang kesemuanya berpadu sangat harmonis.

 

Machu Picchu, sangat Instagrammable

 

APA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN DI MACHU PICCHU?

Tentu sunrise-nya! Bangun jam 4 atau 4.30 pagi buta untuk antre naik bus turis yang mulai beroperasi pukul 05.30 terbayar lebih dari lunas manakala sekitar jam 6.30 kita melihat kemunculan matahari dari balik punggung pegunungan. Sinar mentari yang menimpa ujung-ujung bangunan atau reruntuhan membuatnya seperti berpendar. Bahkan jika suasana agak mendung dan berkabut pun, nuansa magis tetap sangat kental terasa.

 

Matahari mulai menyembul dari balik barisan gunung

 

Pagi magis di Machu Picchu

 

Usai menikmati pagi magis, tibalah giliran mengeksplor satu demi satu bagian-bagian bekas istana peristirahatan Kerajaan Inca ini. Ada beberapa spot yang jangan sampai dilewatkan, yaitu:

- Intihuatana atau Sundial Temple. Struktur batu yang bagian atasnya mirip pilar pendek ini punya fungsi memprediksi titik balik matahari. Dengan membaca jatuhnya sinar matahari di bawahnya, orang Inca pada masa itu bisa menentukan kapan panen, kapan mulai menanam, dsb.

Intihuatana

 

- The Royal Tomb. Salah satu makam anggota Kerajaan Inca. Ada ceruk tempat meletakkan persembahan.

The Royal Tomb

 

- Temple of the Three Windows. Tiga lubang jendela ini mewakili bawah tanah, tanah yang dipijak, dan langit/surga. Lubang jendelanya membingkai secara sempurna 3 gunung di hadapannya.

Temple of the Three Windows

 

- The Temple of the Sun. Bentuknya seperti huruf P. Fungsinya untuk observasi astronomis.

The Temple of the Sun

 

- The Main Square

- Cultivation/Agricultural Terraces. Sesuai namanya, teras-teras ini digunakan untuk bercocok tanam.

Cultivation/Agricultural Terraces

 

- The House of the Guardians. Lokasinya tak jauh dari gerbang masuk. Dari sinilah salah satu pemandangan terbaik Machu Picchu bisa terlihat.

 

Dan tentu masih ada beberapa lagi, yang terlalu panjang jika dijelaskan semua satu-satu. Tapi Trippers yang mau tahu lebih lanjut bisa melihat petanya di bawah ini.

 

 

Sebelum keluar dari gerbang, kita bisa mendapatkan stempel Machu Picchu yang biasanya dicapkan di salah satu halaman paspor, jika mau. Tapi berhubung ini bukan stempel resmi imigrasi, yang bisa saja menjadi masalah saat kita mengajukan permohonan visa negara-negara tertentu, sebaiknya distempel di kertas atau buku saja, sebagai kenang-kenangan.

 

BUTUH BERAPA HARI EKSPLOR MACHU PICCHU?

Yang paling minimalis, bisa dilakukan hanya dengan day trip dari Kota Cusco, berangkat pagi, tiba di Cusco lagi sore. Tapi berarti nggak bisa ngejar sunrise-nya. Juga nggak bisa mendaki Wayna Picchu.

 

Paling ideal, berangkat siang dari Kota Cusco, lalu langsung eksplor Machu Picchu di sore hari. Malamnya menginap di Aguas Calientes, kemudian esok paginya masuk ke Machu Picchu lagi untuk menikmati sunrise dan pagi magis, sambung mendaki Wayna Picchu. Dan sesudahnya Trippers masih berkesempatan eksplor Machu Picchu lagi, melihat bagian-bagian yang belum sempat dieksplor di sore hari sebelumnya. Jadi mesti beli tiket yang bisa masuk Machu Picchu 2x dan termasuk Wayna Picchu. Dengan datang dua kali, selain bisa puas mengeksplornya, juga bisa mendapatkan foto-foto Machu Picchu dengan pencahayaan yang beda-beda: pagi, siang, sore.

 

Machu Picchu pagi hari

 

Machu Picchu di siang hari

 

Machu Picchu saat menjelang sore

 

Sayang, tidak ada kesempatan untuk eksplor Machu Picchu di malam hari. Kalau ada, ambil sekalian kesempatan itu, hehehe….

 

SEBAIKNYA MEMBELI PAKET TUR DI MANA?

Trippers bisa memilih tur dari Jakarta (atau kota asal), dari Lima, dari Cusco, bahkan dari Aguas Calientes. Tergantung preferensi dan bujet. Kalau membeli paket tur dari Jakarta, entah lewat travel agent terpercaya yang berbasis di Jakarta, lewat perwakilan travel agent Peru yang ada di Jakarta, atau langsung membeli paket dari travel agent Peru via internet dan sudah konfirm/bayar beberapa bulan sebelum berangkat, kemungkinan besar harga lebih mahal tapi sudah nggak ketar-ketir terutama soal apakah dapat tiket Machu Picchu sesuai tanggal dan jam yang diinginkan atau tidak. Apalagi kalau berniat mendaki Wayna Picchu, maka buking beberapa bulan sebelum berangkat is a must.

 

Baru mencari paket tur setelah tiba di Lima, di Cusco, atau bahkan setelah tiba di Aguas Calientes juga bisa. Tapi ada kemungkinan Trippers tidak mendapatkan tiket untuk keesokan harinya, atau bahkan harus menunggu beberapa hari. Makanya kalau memilih cara ini, waktu liburan yang Trippers alokasikan harus lebih panjang.

 

Dan memang kalau membeli paket tur setelah di lokasi kemungkinan lebih murah, tapi dengan catatan Trippers sudah membekali diri dulu dengan informasi yang lengkap. Jadi bisa membandingkan, kenapa paket A bisa hanya seratusan dolar, tapi paket lainnya 400-an dolar. Nggak ada yang too good to be true. Ada harga ada barang. Murah karena nggak termasuk ini itu atau fasilitasnya sangat basic. Lebih mahal ya sebaliknya. Cek ke bagian “Berapa Bujet yang Harus Disiapkan?” di artikel ini supaya paham dan bisa memilih yang terbaik.

 

Baca juga: “14 Fakta tentang Machu Picchu. Yang No.14 Orang Sering Salah Kaprah

 

SEJARAH SINGKAT MACHU PICCHU

Machu Picchu dalam Bahasa Quechua berarti Gunung Tua (sedangkan Wayna Picchu berarti Gunung Baru). Dibangun tahun 1450 oleh Raja Pachacutec, raja ke-9 dari Kerajaan Inca, sebagai istana peristirahatan. Tapi saat ditemukan kembali, ada yang menduga komplek ini adalah benteng atau tempat pemujaan. Yang jelas inilah monumen peninggalan Inca yang paling penting.

 

Raja Pachacutec membangunnya di ketinggian 2.430 mdpl (ada juga yang menyebutkan 2.350 mdpl), di Lembah Urubamba, di salah satu punggungan pegunungan Andes.

 

 

Sempat terabaikan selama ratusan tahun karena pendudukan Spanyol di Peru pada tahun 1532, hingga Peru mengumumkan kemerdekaannya dari Spanyol pada 28 Juli 1821. Diduga bahwa istana ini sengaja ditinggalkan oleh Inca dan dibiarkan tertutup oleh semak belukar supaya keberadaannya tak diketahui penjajah Spanyol. Strategi ini berhasil, memang benar tentara Spanyol tak pernah melihatnya. Untunglah, Machu Picchu pun aman dari gerakan penghancuran masif oleh Spanyol.

 

Secara resmi Machu Picchu dinyatakan ditemukan kembali pada tahun 1911 oleh seorang profesor arkeologi dari Yale University Amerika Serikat bernama Hiram Bingham. Bingham pun kemudian menuliskan hasil pengamatan dan pengalamannya menjadi sebuah buku berjudul The Lost City of The Incas.

 

Tapi sesungguhnya Machu Picchu nggak pernah benar-benar hilang. Saat itu warga lokal sana sih tahu keberadaan Machu Picchu. Bahkan beberapa teras di situs ini dijadikan mereka sebagai lahan untuk bercocok tanam. Bingham pun diantar ke lokasi Machu Picchu oleh seorang pemandu lokal bernama Melchor Artega.

 

Beberapa sejarawan meyakini bahwa seorang petualang asal Jerman Augusto Berns pernah mengunjungi Machu Picchu sekitar 40 tahun sebelum kedatangan Bingham. Ada juga yang mengklaim bahwa 3 penjelajah asal Peru Enrique Palma, Gabino Sanchez, dan Agustin Lizarraga pernah mendatangi Machu Picchu tahun 1901. Dan 2 misionaris Thomas Payne dan Stuart McNairn mungkin sudah pernah trekking ke Machu Picchu tahun 1906, 5 tahun sebelum Bingham.

 

 

Tapi Bingham-lah yang berjasa membuka situs yang terbengkalai selama sekitar 4 abad dan ditutupi rimbunan tanaman. Dia juga yang membuat catatan detil sekaligus memetakan dan memotret situs ini selama beberapa tahun.

 

Tahun 1983 Machu Picchu ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

Komplek Machu Picchu terdiri dari sekitar 150 bangunan dan/atau struktur dari mulai kamar tidur, kamar tamu, kamar mandi, gudang, kuil, sanctuary, dan tentu juga struktur-struktur yang berfungsi astronomis. Dibangun dengan teknik ashlar, di mana potongan-potongan batu yang membentuknya disusun sedemikian rupa seperti puzzle dan merekat erat tanpa semen sehingga tidak runtuh saat terjadi gempa bumi. Kalau tidak, sudah dari dulu Machu Picchu rata dengan tanah karena Peru langganan gempa bumi.

 

Bersambung ke sini

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer Foto: Ana Frantz (Unsplash.com), Babak Fakhamzadeh (Unsplash.com), Kassandra Laines (Unsplash.com), Mayawati NH, Novindra Christian
Comment