KE SUMEDANG MAKAN TAHU? TENTU BUKAN! ADA BANYAK AKTIVITAS MENARIK NIH! (Bagian 1) 2023-05-19 00:00

Memakai kostum adat Sunda di Sapatapaan

 

Gampang ditebak, begitu dengar kata “Sumedang”, yang terlontar adalah “Makan Tahu Sumedang?” Begitu pulalah tanggapan saat MyTrip mengajak para Trippers setia ngetrip ke Sumedang Jawa Barat. Kalaupun ada yang terpikir tentang wisata alamnya, tapi, “Apa istimewanya ya?” Nah, di sinilah tugas pelaku wisata lokal mengemas paket wisata agar menarik. Pemandangan alam boleh jadi sama aja atau bahkan kalah menarik dari destinasi lain, tapi aktivitas yang ditawarkan harus yang susah ditolak. Beruntung MyTrip bekerja sama dengan Soda Adventure yang meracik agenda wisata selama 3 hari menjadi sangat menggoda. Petualangan, kuliner, sekaligus wisata budaya. Kuota peserta pun penuh dalam sekejap untuk trip tanggal 3-5 Maret 2023 lalu. Apa saja aktivitasnya?

 

WISATA KONTEMPLASI DI SAPATAPAAN

Tempatnya sejuk, rindang, asri, digenapi suara gemericik aliran sungai. Berada di Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, kurang lebih berseberangan dengan Kampung Karuhun, penginapan yang juga taman rekreasi alam. Untuk mencapainya, dari parkir mobil mesti menuruni anak-anak tangga.

Inilah sebagian rombongan MyTrip, gaya jadoel

 

Buah sawo segar dan dodol tersaji di gazebo tempat rombongan MyTrip disambut pengelola Sapatapaan. Sawonya luar biasa enaaakk…. Sumedang memang salah satu penghasil sawo kualitas bagus.

 

Penyambutan di Sapatapaan. Sawo enak!

 

Di Sapatapaan ini pengunjung berkesempatan mengenal budaya Sunda. Tak cuma pasif mendengar penjelasan, tapi juga langsung mencoba. Mencoba meniup suling, dan yang paling dinanti tentu saja memakai busana adat Sunda sekaligus merasakan jadi warga desa yang menumbuk padi, menampih beras, menghidupkan api tungku tradisional dengan cara meniupnya, menanak nasi, dan sebagainya.

 

Menampih beras

 

Menghidupkan api tungku tradisional

 

Menanak nasi

 

Lepas itu, masih dengan pakaian ala Kang Kabayan dan Nyi Iteung kami menuju ke sungai. Untuk melengkapi sesi foto di sungai, supaya terlihat gambaran kehidupan di desa, seorang staf Sapatapaan ditugaskan melempar jaring. Dan kami pun saling mencipratkan air. Seru!

Sesi foto di sungai

 

Saling mencipratkan air

 

Penutupnya, masih ada lagi sajian khas yang membuat kami kenyang poll dan puas. Ada ketan bakar, colenak, pisang goreng dan bandrek.

 

Ketan bakar, colenak, pisang goreng dan bandrek

 

MENGINAP DAN MENIKMATI KEASRIAN ALAM DI KAMPUNG KARUHUN

Untuk mengeksplor beberapa lokasi wisata dan melakukan aktivitas seperti yang dilakukan rombongan MyTrip selama 3 hari, paling cocok menginap di Kampung Karuhun. Penginapan sekaligus taman rekreasi alam ini berlokasi di Jalan Pagarbetis Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan. Dari Jakarta ditempuh berkendara lewat Tol Cisumdawu sekitar total 4 jam termasuk toilet rest. Begitu tiba, kami disajikan --tentu saja-- Tahu Sumedang dan kelapa muda.

 

Tahu Sumedang dan kelapa muda

 

Ada beberapa jenis kamar termasuk yang murah meriah sampai yang lumayan mahal. Demi kenyamanan, MyTrip memilih kamar paling bagus di sini yang dinding luarnya full kaca, menghadap kolam renang di bawahnya dan hutan di seberang sungainya.

 

Kamar dengan dinding kaca

 

Di bawah kamar ada kolam renang dan di seberangnya hutan lebat. Kadang terlihat ada monyet berlompatan

 

Karena di area penginapan ini ada Sungai Cihonje, aktivitas yang ditawarkan salah satunya river tubing. Sayang kami tak sempat mencobanya. Beberapa dari kami hanya sempat mencoba berendam di bagian sungai yang aman.

 

Kampung Karuhun dibelah Sungai Cihonje

 

Spot selfie juga cukup beragam, ada ayunan, sangkar, jembatan lorong yang dinamai Jembatan Cinta, Karuhun Bridge yang berwarna merah, Rumah Etnik Papua (berbentuk honai), dan banyak lagi. Juga ada beberapa saung lesehan, panggung hiburan, kolam ikan, kolam renang dewasa, kolam renang anak-anak, kolam renang arus yang dilengkapi seluncuran, dan lainnya.

 

Karuhun Bridge

 

Rumah Etnik Papua

 

Sarapan disediakan di ruang makan bernuansa pedesaan dengan nasi yang ditanak di tungku tradisional, dan ragam menu yang disajikan di wadah tanah liat.

 

Nasi yang ditanak di tungku tradisional

 

Sarapan disajikan di wadah tanah liat

 

 

Harga tiket masuk Kampung Karuhun: Rp25.000 (dewasa), Rp15.000 (anak-anak). Kalau sudah memesan penginapan tentu tidak perlu membayar tiket masuk lagi.

 

Bersambung ke sini.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Irawati Santoso, Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo, Soda Adventure, Yolanda Tanzil
Comment