WAJIB SINGGAH KE PANTAI PENGGAJAWA ATAU BLUE STONE BEACH SAAT FLORES OVERLAND 2020-07-26 00:00

 

Kalau Trippers melakukan perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Ende di Pulau Fores Nusa Tenggara Timur, pada ruas Bajawa menuju Ende pasti melewati satu pantai di kanan jalan yang sekilas biasa saja tapi padahal menyimpan keunikan. Namanya Pantai Penggajawa atau Pantai Nangapanda. Di atas pasir hitamnya mengampar banyak batu berwarna hijau kebiruan. Makanya dinamai juga Blue Stone Beach yang terjemahannya malah jadi Pantai Batu Hijau. Sedangkan nama Penggajawa dan Nangapanda diambil dari nama desa dan kecamatan tempat pantai ini berada, di Desa Penggajawa Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Pulau Flores NTT.

 

Pantainya berada di kanan jalan kalau dari arah Bajawa

 

Dari Kota Bajawa ke arah timur sejauh 100 km, dengan waktu tempuh berkendara sekitar 2,5 jam, tibalah di pantai ini. Sebaliknya kalau dari Kota Ende ke arah barat sejauh 25 km, berkendara 40-50 menit.

 

Posisi Pantai Penggajawa dari Bajawa dan dari Ende

 

Baca juga: "100+ Destinasi Wisata Domestik yang Bisa Jadi Pilihan di Era Next Normal. Bagian 6: NTT"

 

Seperti telah dibahas di atas, disebut Pantai Batu Hijau karena pantai ini memiliki hamparan batu yang mayoritas berwarna hijau kebiruan. Tapi tak sedikit juga batu berwarna lain seperti coklat tua dan muda, ungu, kuning, krem, putih, merah, dan ada pula yang bersalur-salur. Bentuknya layaknya batu alam, ya variatif. Ada yang lonjong, bundar, segitiga, persegi, ada juga yang tak beraturan dengan ukuran yang juga beragam.

 

Batu-batunya dominan hijau dengan bentuk beragam

 

Rata-rata pengunjung yang mampir ke pantai ini selain berfoto-foto dan menikmati kesegaran udara laut, pastinya juga bersibuk ria mencari dan mengangkat batu-batu yang dianggap unik, bagus, lucu untuk diamati, dielus-elus, juga difoto. Tapi kalau Trippers melihat banyak tumpukan batu yang sudah disortir di tepi pantai, ada yang sudah dikarungi, ada juga yang masih dibiarkan begitu saja, sebaiknya jangan diambil atau diberantakin ya. Karena batu-batu itu akan dijual ke luar kota, ke Jakarta, Bali atau bahkan ke luar negeri.

 

Pengunjung mengamati batu-batu unik di Pantai Penggajawa

 

Ini batu-batu yang sudah disortir

 

Ya, batu-batu ini memang bernilai ekonomis dan laku dijual sehingga penduduk sekitar banyak yang bekerja sebagai pengumpul atau penambang batu. Batu-batu dipilah-pilah berdasarkan kesamaan warna, bentuk dan ukuran. Yang paling digemari dan laku dijual yang bentuknya lonjong atau bundar rapi dan mulus dengan ukuran sekitar setelapak tangan dan berwarna hijau kebiruan, nyaris seperti penampakan telur bebek. Biasanya batu-batu ini dipakai untuk mengalasi taman-taman atau sebagai penutup pot tanaman.

 

Baca juga: "Mengenal Ritual Adat di Balik Sawah Jaring Laba-Laba di Cancar Flores"

 

Jadi kalau Trippers melihat rumah-rumah mewah atau restoran di Jakarta atau resor di Bali yang halamannya dipenuhi batu-batu ini, nah itu kemungkinan besar batunya berasal dari Pantai Penggajawa.

 

Tak habiskah batu ini terus diambil dan dijual? Warga sekitar meyakini walaupun batu-batu hijaunya diambil terus-menerus, tapi tak akan habis, karena alam selalu menyuplai batu-batu ini dari laut. Ya, batu-batu ini memang berasal dari dasar laut yang terbawa ombak hingga terdampar di pantai. Lagipula penambangan/pengumpulan dilakukan secara manual, tidak memakai peralatan pengeruk. Tapi sebagian pengamat kelestarian alam mengkhawatirkan kalau eksploitasi dilakukan terus-menerus, lama-kelamaan batu-batunya makin sedikit dan suatu ketika akan habis.

 

Tampak batu-batu mengampar di pantai, terbawa ombak dari dasar laut

 

Dulu sekali di sekitar garis pantai yang cukup panjang ini nggak ada fasilitas wisata apa-apa. Tapi sekarang sudah banyak restoran yang menyediakan saung-saung yang menghadap pantai. Jadi sambil menyantap ikan bakar, kita bisa sambil memandangi Gunung Meja di arah timur dan beberapa pulau di lepas pantai. Beberapa restoran juga menyediakan spot-spot selfie yang tentunya sangat digemari para wisatawan kekinian.

 

Restoran dengan saung-saung menghadap laut

 

Gunung Meja tampak di kejauhan di arah timur

 

Jadi, kalau Trippers melakukan Flores Overland, jangan lupa mampir di Pantai Penggajawa ya...  Kalau nggak mau repot mengatur perjalanan sendiri, Maya dari MyTrip bisa mengaturkan perjalanan Flores Overland untuk Trippers. Hubungi WhatsApp 0811821006 atau email mayathedreamer71@gmail.com.

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Priyo Tri Handoyo
Comment
Parbriz Nissan Laurel Hlc230 1981

Right here is the right site for anybody who would like to find out about this topic. You understand so much its almost tough to argue with you (not that I really would want to…HaHa). You certainly put a new spin on a topic which has been discussed for ages. Excellent stuff, just great! https://vanzari-parbrize.ro/parbrize/parbrize-nissan.html

2020-08-09