ITINERARY KELILING EROPA 15 HARI (Bagian 1) 2018-04-19 00:00

Indahnya Cochem di Jerman membuat betah

 

Keliling Eropa selama 15 hari tentulah nggak cukup. Tapi mengingat waktu cuti mayoritas pekerja kantoran hanya 12 hari, maka MyTrip menyusunkan itinerary ke lima negara di Eropa dalam 15 hari. Banyak sekali tempat wisata mendunia di lima negara ini (Belgia, Luxembourg, Jerman, Spanyol, Prancis). Dan lagi, karena kelima negara ini tujuan turis, banyak pilihan menginap dan transportasi dengan harga murah, terutama bagi budget travelers.

 

Visa: Dengan itinerary berikut ini sebaiknya mengajukan Visa Schengen dari Kedubes Spanyol. Bisa diajukan lewat perwakilannya VFS Global. Alamat VFS Global: Kuningan City Mall Lantai 1, Jl. Prof DR Satrio Kav 18, Setiabudi–Kuningan, Jakarta Selatan. Email: info.esid@vfshelpline.com

Mata Uang: Euro. EUR 1= +/-Rp 17.000.

Zona waktu: Prancis, Belgia, Luxembourg dan Spanyol GMT+1 (6 jam lebih lambat dari WIB di musim gugur dan dingin) dan GMT+2 di musim semi dan panas. Sedangkan Jerman GMT+2 di musim gugur dan dingin, dan GMT+3 di musim semi dan panas).

 

Tips:

  1. Disarankan beli tiket masuk wisata di Spanyol dan Prancis secara online karena antreannya panjang dan ada batasan pengunjung tiap jamnya.
  2. Dengan adanya 4 musim kita bisa pilih musim apa yang paling ingin dirasakan. Salju pastinya menarik bagi kita dari negara tropis, tapi beberapa tempat wisata tutup saat musim dingin. Sedangkan di musim panas banyak terdapat perbaikan sarana transportasi; dan turis pun membludak. Di musim ini tarif hotel dan pesawat lebih mahal.
  3. Untuk para shopaholic, paling cocok datang saat sale season pada tiap akhir musim.
  4. Pemegang student atau youth cards, seperti ISIC atau IYIC bisa dapat banyak diskon di beberapa tempat wisata dan sarana transportasi.
  5. City card di beberapa kota besar bikin pengeluaran semakin ekonomis dan nggak ribet untuk beli tiket metro.
  6. Hati-hati dengan copet di Paris dan Barcelona.
  7. Selalu cek jam buka semua tempat wisata, terutama di Paris.

 

Baca juga: “Nyasar Nggak Apa-Apa, Asal Jangan Sampai Kecopetan di Barcelona (Bagian 1)

 

ITINERARY

Hari 1

Jakarta–Brussels

Pilih penerbangan dari Jakarta  jam 5-6 sore, sampai di Brussels (Belgia) sekitar jam 12 siang esoknya. Durasi +/-17 jam.

 

Hari 2

Brussels–Mons

- Dari Bandara Brussels ke pusat kota +/-16 menit naik metro. Beli tiket metro per hari. Kita turun di Brussels Midi lalu nyambung ke Brussels Central. Di stasiun ini kita bisa titip tas di loker. Dari sini naik metro langsung ke tempat wisata seperti Mini Europe dan Atomium, turunnya di Stasiun Bruparck.

- Sekitar jam 6 sore kembali ke Brussels Central dan jalan kaki ke Grand Place serta Manneken Pis.

 

Manneken Pis

 

- Sekitar pkl.20.30 ambil koper di Brussels Central lalu kembali ke Stasiun Brussels Midi karena kereta ke Kota Mons adanya dari sini. Perjalanan <1 jam. Satu-satunya youth hostel di Mons nggak terlalu jauh dari stasiun kereta.

 

Baca juga: “Itinerary Eksplor Lithuania & Latvia via Brussels 9 Hari

 

Hari 3

Mons–Brugelette–Luxembourg City

- Check out dan titip koper di hostel. Kemudian jalan kaki mengunjungi Beffroi de Mons –menara lonceng bergaya Barok yang sekarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Keliling kota, melihat main square dan Gereja Sainte Waudru.

- Naik kereta dari Stasiun Mons ke Stasiun Brugelette untuk ke Pairi Daiza, taman rekreasi yang berisi 8 gaya taman dunia (termasuk taman Royaume de Ganesha yang terinspirasi dari warisan budaya Indonesia).

 

Di Pairi Daiza ada Royaume de Ganesha yang terinspirasi dari warisan budaya Indonesia

 

- Sekitar pkl.15.30 kembali ke Mons naik kereta lalu ambil koper di hostel. Lalu naik kereta menuju Stasiun Luxembourg.

- Tiba di Luxembourg City setelah menempuh perjalanan 3 jam-an. Cari penginapan yang nggak terlalu jauh dari stasiun.

 

Hari 4

Luxembourg City–Echternach

- Langsung check out, lalu titip koper di hostel karena kita akan berkeliling dulu sebelum ke kota lainnya. Luxembourg City nggak terlalu besar, jadi kita bisa keliling jalan kaki. Tempat bersejarah yang paling ramai dikunjungi adalah Bock dan Petrusse Casemates atau lorong bawah tanah yang dibuat abad ke-17. Kita juga bisa keliling kota dan mengunjungi Place d’Armes, Constitution Square, Government District, Corniche, Monument of the Millenium, Old Town, Palace of the Grand Dukes (outside), Place Guillaume II.

- Setelah makan siang kembali ke hostel untuk ambil koper dan pindah ke kota Echternach (kota di timur Luxembourg dekat perbatasan Jerman), naik bus.

- Tiba di Echternach titip tas di hostel dan sewa sepeda sekalian ikut turnya. Kota ini dikenal sebagai Mullerthal Trail atau Little Switzerland karena pemandangan alamnya yang mengagumkan. Kita juga bisa bersepeda ke wilayah Beaufort dan melewati sisa peninggalan kastilnya yang indah.

 

Echternach

 

Hari 5

Echternach–Vianden–Luxembourg City–Cochem

- Check out dan titipkan koper. Lalu beli tiket seharian langsung dengan sopir bus untuk ke Vianden, kota di utara Luxembourg. Kota ini indah banget! Jadi dari Echternach city centre jalan kaki dulu ke Echternacherbrück, lalu dari sana naik bus ke Irrel ZOB. Lalu sambung lagi ke Mettendorf Kirche, dan terakhir ke Vianden Ort.

- Kita bisa berkeliling sebentar di kotanya. Yang mesti kita kunjungi Vianden Castle.

 

Vianden Castle

 

- Sekitar jam 3 sore kembali lagi ke Echternach untuk ambil koper kemudian naik bus ke Luxembourg City. 

- Dari Stasiun Kereta Luxembourg naik kereta ke Stasiun Cochem (Mosel). Distrik di Jerman yang pertama kita kunjungi ini berada di Rhineland-Palatinate. Kereta terakhir jam 8 malam dan lama perjalanan 1 jam 40 menit. Sebenarnya paling pas naik kereta di sore hari jadi masih bisa melihat pemandangan pedesaan Luxembourg dan Jerman yang dilewati Sungai Mosel.

- Sesampainya di Cochem kita bisa langsung beristirahat di hotel.

 

Hari 6

Cochem–Koblenz–Mayen–Koblenz

- Check out dan titip koper sebelum keliling di Cochem. Nggak akan bosan berlama-lama di kota ini, terutama saat menyusuri jalan-jalan yang sempit dengan bangunan dan toko-toko khas Jerman. Yang mesti dikunjungi adalah kastil terbesar di daerah Mosel, Reichburg. Jaraknya cukup jauh, jadi kita naik bus.

 

Cochem

 

- Balik ke hotel ambil koper lalu berangkat ke Koblenz, distrik lainnya di selatan Rhineland-Palatinate, dengan kereta. Nggak sampai 1 jam, kita sudah sampai dan bisa langsung check in di youth hostel yang ada banyak dekat stasiun. Sebelum kesorean, langsung naik bus ke Mayen.

- Mayen Old Town sangat mungil dan indah; bersebelahan dengan Genovevaburg—atau Kastil Genoveva. Kita bisa makan es krim yang berbentuk seperti spaghetti bolognese di salah satu kafe es krim di sini.

 

Mayen

 

- Menjelang malam kembali ke Koblenz dengan bus.

 

Hari 7    

Koblenz–Frankfurt

- Setelah breakfast, check out dan titip koper di hostel untuk berjalan-jalan di Kota Koblenz. Situs utama yang mesti dikunjungi adalah Ehrenbreitstein Fortress. Ke sana jalan kaki untuk kemudian naik cable car. Kita juga mesti mengunjungi Basilica of St. Castor. Kalau mau belanja, di market place banyak toko pakaian bermerek yang menawarkan diskon.

- Sekitar jam 2 sore jalan kembali ke hostel untuk ambil koper lalu segera jalan kaki ke stasiun kereta menuju Stasiun Frankfurt Am Main.

- Tiba di Frankfurt cari youth hostel di sekitar stasiun kereta.

- Setelah check in hostel, segeralah jalan-jalan ke Altstadt, Romer Square, Goethe House, Eschenheimer Turm lalu menghabiskan malam di pinggir air mancur di depan Alter Oper Frankfurt atau menyusuri Sungai Main. Jangan lupa berfoto di depan European Central Bank dengan simbol Euro yang terkenal itu.

 

European Central Bank dengan simbol Euro yang terkenal

 

Warning: Jangan pulang terlalu malam apalagi kalau sendirian. Kawasan Stasiun Frankfurt Hauptbahnhof ini agak nggak aman.

 

(Bersambung)

 

Teks: Agusmia Putri Haerani Foto: Agusmia Putri Haerani , EIB Institute, Shutterstock, www.1zoom.me, www.suwalls.com
Comment