SAAT AIRNYA HIJAU MAUPUN COKLAT, AIR TERJUN LAPOPU DI SUMBA TETAP MEMESONA 2019-07-15 00:00

 

Bisa dipastikan grup trip ke Sumba pasti mengunjungi Air Terjun Lapopu di Sumba Barat. Biasanya rombongan ke sini dari Tambolaka di Sumba Barat Daya, sekalian berpindah kota ke Waingapu di Sumba Timur. Air terjun ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti (disingkat MataLawa), di Desa Lapopu Kecamatan Wanokaka.

 

Kontur air terjun yang bertingkat-tingkat dan berlabuh di kolam luas berair hijau dan suasana yang teduh menjadi daya tarik air terjun ini.

 

Sangat memukau dengan air hijau toska

 

Walaupun, kalau datang saat curah hujan tinggi, di bulan November sampai sekitar Februari, airnya bisa saja berubah menjadi coklat karena membawa lumpur. Memang sedikit mengurangi daya pukaunya. Tapi tetap masih memesona. Kolam alaminya pun masih nyaman buat dipakai berendam.

 

Tetap memesona dengan airnya yang sedang coklat

 

Air coklat tak menghalangi untuk berendam

 

Sumber air terjunnya berasal dari dalam gua yang keluar melewati bebatuan bertingkat setinggi 92 m dengan kemiringan 53 derajat. Di bagian bawah air terjun ini melebar hingga 24 m, bahkan tampak seperti ada dua cabang. Air kolam alaminya berwarna hijau toska karena pengaruh dari bebatuan kapur di dinding air terjun dan dasar kolam.

 

Dua cabang

 

Kalau Trippers bisa berenang, kudu banget lah nyemplung. Baik itu hanya berendam-rendam cantik di dekat lokasi jalan masuk ke air, ataupun berenang menyeberangi kolam untuk mencapai dinding air terjun. Tapi perlu berhati-hati karena pada kondisi tertentu arus airnya cukup kencang.

 

Cukup berendam di sini saja

 

Berenang menyeberang sampai ke bawah air terjun

 

Bawa kamera underwater deh kalau berenang mendekati air terjun supaya bisa memotret air terjun persis dari arah depannya, memotret ke arah seberang air terjun tempat orang berfoto-foto, juga memotret kegiatan basah-basahan di ceruk air terjun. Satu yang nggak boleh: memanjat air terjun, karena berbahaya.

 

Memotret air terjun persis dari depannya

 

Memotret ke seberang air terjun

 

Memotret aktivitas di bawah air terjun

 

Bagi yang nggak mau basah-basahan, tenang.... gimana kalau kita foto-foto aja... Lokasi bebatuan besar di sebelah kiri agak jauh dari dinding air terjun adalah lokasi favorit berfoto. Antre ya foto di sini.

 

Lokasi favorit berfoto

 

O ya, untuk mencapai lokasi air terjun dari tempat parkir kita harus menyusuri jalan setapak berbatu di tepi sungai di tengah rindangnya hutan, lalu menyeberangi sungai dengan jembatan bambu ala kadarnya yang dibangun warga. Sssst... di jembatan bambu ini kita bisa berfoto dulu. Apalagi kalau air lagi nggak terlalu tinggi, yang motret bisa mengambil foto dari badan sungainya yang dangkal.

 

Berfoto di jembatan bambu

 

Total waktu yang dibutuhkan untuk sampai lokasi air terjun 15-20 menit. Bisa lebih lama kalau kebanyakan foto, haha. Jalur trek nggak sulit, datar, hanya saja di beberapa bagian batunya cukup licin. Dan ada tangga kayu yang harus dilewati, seperti tampak pada foto di bawah. Nggak sulit, dan ada pegangannya.

 

Tangga kayu yang harus dilewati

 

Beberapa orang membuka bekal makan siang di lokasi air terjun karena memang banyak tempat teduh dan ada sedikit tempat duduk kayu seadanya. Tapi kalau belum terlalu lapar, dianjurkan buka bekal makan siang di lokasi parkir setelah kelar main di air terjun, atau sebelum ke air terjun. Di sini juga sangat teduh dan ada gazebo cukup besar. Bagi yang butuh ganti baju di sini juga ada 2 toilet.

 

Sampai waktu terakhir MyTrip ke sana September 2018 belum ada warung makan di lokasi air terjun maupun di perjalanan menuju ke sini. Bahkan rumah penduduk pun jauh. Jadi udah paling bener deh bawa bekal makan siang dan air minum.

 

 

CARA KE SUMBA

Dari Jakarta terbang ke Tambolaka atau Waingapu, transit di Denpasar. Denpasar-Tambolaka 1 jam, Denpasar-Waingapu 1 jam 15 menit.

 

CARA KE AIR TERJUN LAPOPU

Dari Tambolaka (Sumba Barat Daya) berkendara langsung ke Air Terjun Lapopu +/-1,5 jam. Kalau dari Waikabubak (Sumba Barat) berkendara +/-45 menit.

 

Biasanya sih ke air terjun ini setelah dari Rumah Adat Prai Ijing. Dari Prai Ijing yang juga berada di Sumba Barat berkendara ke sini 30 menit.

 

Baca juga: "Hal-Hal yang Perlu Diketahui Sebelum ke Air Terjun Waimarang di Sumba"

 

Tiket masuk: Rp 5.000 (domestik, hari biasa), Rp 7.500 (domestik, hari libur), Rp 150.000 (wisman, hari biasa), Rp 225.000 (wisman, hari libur). Biasanya kita diharuskan juga memakai jasa pemandu.

Parkir: Rp 5.000 (motor), Rp 10.000 (mobil)

 

Tiket masuk berlaku gabungan dengan Air Terjun Matayangu yang juga bagian dari TN Manupeu Tanah Daru tapi sudah masuk wilayah Sumba Tengah.

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Patrys Joy, Verita Amahorseya, Dok. MyTrip
Comment