CORON, BUKAN CORONA. INI SURGA BAHARI DI FILIPINA 2020-03-30 00:00

Twin Lagoon, destinasi wajib kunjung di Coron

 

Daripada ketik “Corona” di mesin pencari Google, mending ketik aja “Coron” maka dalam sekejap akan muncul deretan foto-foto kepulauan berikut perairan cantik berwarna hijau turkuois bak nirwana di layar komputer kalian. Langsung ngiler deh... Tapi tahan dulu, nggak bisa jalan-jalan sekarang. Tunda sampai kondisi pulih. Coron di Filipina ini nggak akan lari ke mana-mana. Sementara simak dulu yuk panduannya.

 

LETAK CORON

Coron adalah salah satu gugusan dari 7.107 pulau yang terdapat di Filipina. Letaknya di Provinsi Palawan yang berada di sisi barat kepulauan Filipina. Diapit oleh Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.
 


Formasi bukit karst di Coron

 

CARA KE CORON

Dari Jakarta terbang dulu ke ibu kota Filipina yaitu Manila. Dari Ninoy Aquino International Airport (NAIA) di Manila lanjut dengan penerbangan domestik menuju Coron melalui pintu masuk utama yaitu Bandara Busuanga (sekitar 20 km dari Coron Town). Pilihannya dengan Cebu Pacific atau Philippine Airlines.

 

Bisa pesan connecting flight. Harga tiket Jakarta-Manila PP normal Rp4-5 jutaan (sudah termasuk bagasi dan makanan) untuk terbang selama hampir 4 jam, sementara harga tiket Manila-Busuanga PP Rp2-3 juta. Ditotal harga tiket PP dari Jakarta ke Coron Rp6-8 juta. Ingin dapat lebih murah? Bisa saja asal rajin pantengin promo.

 

Untuk catatan, penerbangan internasional di NAIA ada di Terminal 1, 2 dan 3. Sedangkan penerbangan domestik di Terminal 4. Keempat terminal ini terpisah. Tapi tenang saja, untuk melanjutkan penerbangan domestik tak perlu pusing kalau ambil connecting flight karena disediakan free shuttle tanpa harus keluar bandara.

 

Dari Manila ke Coron sekitar 1 jam terbang. Setibanya di Bandara Busuanga lanjut ke Coron Town dengan sharing van. Waktu tempuh sekitar 20 menitan untuk jarak 12 km.

 

Baca juga: "Panduan Cerdas Eksplor Filipina (Bagian1)"

 

WAKTU TERBAIK KE CORON

Pilihlah bulan Mei dan November saat cuaca bersahabat dan jumlah turis tidak terlalu banyak. Peak season biasanya Desember-April. Hindari kunjungan saat musim taifun yang biasanya muncul antara akhir Agustus sampai awal Oktober.


DURASI IDEAL KUNJUNGAN

Minimal 3 hari 2 malam khusus di Coron saja. Plus semalam untuk jalan-jalan di Manila supaya nggak sekadar numpang lewat.

Coron Town dengan Mt. Tapyas di kejauhan

 

CARA KELILING CORON TOWN

Coron Town cuma kota kecil. Ke mana-mana dekat. Sejatinya kota ini adalah desa nelayan yang bertransformasi menjadi kota wisata. Nggak ada taksi. Adanya tricycle yaitu semacam bentor. Maksimum bisa muat hingga 6 orang. Untuk wira-wiri disarankan naik ini aja. Tarifnya murah, kalau di seputaran Coron Town hanya 10-20 peso per orang. Penyewaan motor juga tersedia. Tarifnya 500-600 peso per hari di luar bensin.

Info mata uang: 1 peso= +/-Rp310

PENGINAPAN

Opsi penginapan cukup memadai dengan rentang harga beragam. Lokasinya kebanyakan di seputaran Coron Town. Kecuali resor-resor mewah yang biasanya agak menepi dan menjauh dari keramaian.
 

KULINER

Makanan halal memang relatif sulit didapat. Namun sajian laut cukup melimpah. Selain tentunya bisa melipir ke restoran vegetarian yang cukup banyak. Beberapa restoran yang direkomendasi:
- La Sirenetta: Restoran berbentuk dermaga ini lokasinya paling sip karena menjorok ke laut. Selain hidangannya lezat (ada hidangan laut dan vegetarian), pemandangannya juga ciamik.

La Sirenetta


- SeaDive: Resto yang dilengkapi penginapan ini mirip La Sirenetta karena berdiri di atas permukaan air seperti dermaga. Namun berada di lokasi berbeda. Sajian utamanya seafood. Semua enak-enak. Porsinya pun besar.
- Le Voyage: Resto yang lebih pas disebut kafe mungil ini lokasinya agak menyingkir dari pusat kota. Namun cukup worth dikunjungi. Interiornya ciamik. Mirip kafe-kafe di Prancis. Salah satu resto vegan terbaik yang banyak dirujuk di Coron. Menunya tidak melulu vegan, ada juga hidangan lain (terutama hasil laut) dan kopi.   

BELANJA DAN SUVENIR

Tidak ada mal di Coron Town namun ada beberapa toko suvenir yang menjual beragam barang seperti kalung, ukiran, T-shirt, gantungan kunci, magnet kulkas, dll. Gugusan Palawan sendiri dikenal sebagai penghasil kasuy (jambu mete). Camilan home-made ini bisa dibeli di banyak tempat namun yang jadi rujukan adalah toko Coron Harvest. Warga lokal Filipina dari luar Coron umumnya selain memburu kasuy juga memboyong aneka makanan laut yang sudah dikeringkan. Yang favorit adalah teri. Tempat berburunya di public market tidak jauh dari dermaga.

Sunset di dermaga Coron Town

 

TIPS TAMBAHAN
- Siapkan uang tunai yang cukup karena tidak banyak ATM di Coron.
- Listrik kerap mati jadi jangan lupa selalu men-charge ponsel, powerbank, kamera.
- Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman.
- Bawa peralatan snorkeling/diving sendiri jika enggan menyewa.
- Bawa dry bag, plastik atau apa pun yang bisa melindungi gadget atau barang bawaan.

 

Tentang tempat-tempat aktivitas wisata yang menarik di Coron tunggu artikel selanjutnya.

Teks: Dammer Saragih Foto: Ari Amphibia, Dammer Saragih
Comment
Felica

It's very trouble-free to find out any matter on web as compared to textbooks, as I found this post at this web page. I’ve been surfing on-line greater than 3 hours lately, but I never discovered any fascinating article like yours. It is beautiful value sufficient for me. In my view, if all site owners and bloggers made just right content as you did, the net will likely be a lot more useful than ever before. Hi! I've been following your blog for a long time now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Austin Tx! Just wanted to mention keep up the great work! http://nissan.com

2020-04-14