10 TOURIST ATTRACTIONS IN TIMOR (Bagian 1) 2020-08-27 00:00

Taman Eden di Fatumnasi

 

Pulau Timor bagian barat, kecuali Distrik Oekusi yang merupakan daerah kantong/enclave, adalah wilayah Indonesia, masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama dengan Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Alor, TN Komodo dan beberapa pulau lainnya. Ibu kota NTT, Kupang, berada di sini. Jadi jangan salah menilai bahwa Pulau Timor itu semua wilayah negara Timor Leste ya... Juga jangan salah menilai Timor melulu tempat kering yang gersang. Di Timor tuh ada dua tempat yang mirip Swiss dan New Zealand. MyTrip sangat merekomen Timor masuk dalam bucket list liburan Trippers selanjutnya. Kali ini dipilihkan 10 saja dulu, walaupun sebenarnya yang menarik masih banyak lagi.

 

Baca juga: “100+ Destinasi Wisata Domestik yang Bisa Jadi Pilihan di Era Next Normal. Bagian 6: NTT

 

INFO UMUM

Terdiri dari: 1 kota (Kupang) dan 5 kabupaten (Kabupaten Kupang ibu kotanya Oelamasi, Timor Tengah Selatan/TTS ibu kotanya Soe, Timor Tengah Utara/TTU ibu kotanya Kefamenanu, Belu ibu kotanya Atambua, Malaka ibu kotanya Betun).

Ibu kota & gerbang masuk via udara: Kupang.

Bandara: El Tari Airport.

Gerbang masuk via laut: Pelabuhan Tenau di Kota Kupang.

Zona waktu: WITA

 

1. GUA KRISTAL

Gua yang dekat Kantor Pol Air di Pelabuhan Bolok ini dikelola perorangan. Ada formasi bebatuan dan kolam alami memanjang yang airnya sebening kristal. Keren banget!

 

Airnya sebening kristal

 

Lokasi: Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. 20-25 menit berkendara dari pusat kota Kupang. Dari parkiran jalan kaki sedikit, 5 menit.

Tiket masuk: Rp5.000

Sewa senter besar: Rp100.000

Waktu terbaik: Pukul 11.00 hingga 13.00 saat sinar matahari pas masuk lewat mulut gua. Tapi untuk dapat foto air dengan efek seperti kristal harus sewa senter besar.

Must pose: Berdiri sendiri ataupun ramai-ramai dengan latar mulut gua, yang motret dari bawah. Ray of light-nya cakep!

Berfoto dengan ray of light dari mulut gua

 

Must do:

- Berenang ngapung-ngapung sekaligus difoto dari atas. Tapi hanya buat yang bisa berenang ya.

- Yang nggak bisa berenang bisa tetap turun ke dasar gua karena di bagian kiri ada area untuk pijakan.

- Yang nggak mau turun juga nggak masalah, tetap bisa berpose-pose dengan latar air gua dari bebatuan di atas.

Cocok untuk: Anak-anak >9 tahun.

 

Baca juga: “Gua Kristal di Kupang Kini Sudah Memberlakukan Tiket Masuk

 

2. PANTAI OETUNE

Inilah pantai bergurun pasir di Pulau Timor. Sangat eksotis!

 

 

Lokasi: Desa Tuafanu Kecamatan Kualin Kabupaten TTS. Ada juga yang menyebut Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan. 2,5 jam berkendara dari Kota Kupang.

Tiket masuk: Rp3.000

Must pose: Berfoto dengan melempar atau menendang pasir ke arah depan atas saat banyak angin. Hasilnya? Lihat sendiri fotonya ya.

Melempar pasir

 

Must do: Harus ya jalan kaki ke arah gurunnya di sebelah kiri pantai. Nggak jauh kok. Pemandangan gurun pasir berwarna coklat (yang jadi keemasan kalau ditimpa sinar matahari) berlatar laut biru dan pohon lontar itu sesuatu banget!

Optional: Jangan tampik bocah-bocah lokal yang menawarkan menemani karena mereka akan menunjukkan spot-spot bagus, dan beberapa dari mereka juga jago motretin. Kasih uang serelanya, atau sekalian beli buah lontar dan kelapa muda dari mereka. Fresh from the tree.

Tips: Bawa bekal makan siang dari Kupang, di sini cuma ada warung kecil.

Cocok untuk: Semua umur.

 

Baca juga: “Pantai Oetune, Gurun Pasir NTT yang Asyik Buat Main Lempar-Lemparan Pasir

 

3. PANTAI KOLBANO

Pantai Kolbano tidak berpasir melainkan berbatu-batu kecil, warna-warni pula batunya. Warna air lautnya yang hijau kebiruan bikin mata sejuk.

 

Pantai Kolbano, difoto dari jalanan di atasnya

 

Lokasi: Kolbano, Kabupaten TTS. 3 jam berkendara dari Kupang, berjarak 135 km ke arah timur.  Kalau dari Pantai Oetune hanya 20-30 menit.

Must do:

- Naik ke jalanan di bagian atas Pantai Kolbano karena dari sinilah pantai terlihat utuh.

- Melihat sunset maupun sunrise.

Optional: Naik ke batu besar berbentuk kepala manusia yang ada di tengah pantai, namanya Fatu Un. Harus hati-hati sih karena nggak ada jalurnya.

Cocok untuk: Semua umur

 

4. FATUMNASI

Kecamatan Fatumnasi di Kabupaten TTS ini laksana permata terpendam. Kecuali orang Timor, belum banyak yang tahu kalau tempat ini luar biasa indah. Berada di daerah yang cukup tinggi (di atas 1.000-an mdpl), udaranya sejuk bahkan dingin menggigit di beberapa tempat, salah satunya Gunung Mutis. Liburan di sini berasa sedang di Swiss atau New Zealand. Nggak percaya? Harus buktikan sendiri.

 

Padang 1 di Gunung Mutis, mirip Swiss dan New Zealand

 

Rute ke sini: Dari Kupang berkendara ke Kota Soe (ibu kota Kabupaten TTS) 2-2,5 jam. Bisa bermalam dulu di Soe, baru esok paginya melanjutkan perjalanan ke Fatumnasi. Atau bisa langsung kalau tujuannya hanya ke homestay Lopo Mutis milik Pak Mateos Anin (ketua adat suku asli di Fatumnasi yang dikenal sebagai kuncennya Gunung Mutis). Tapi kalau mau sekalian ke kaki Gunung Mutis dengan berkendara, harus dengan  mobil 4WD yang bisa disewa dari Soe. Total jarak Kota Soe ke Fatumnasi sekitar 40 km. Waktu tempuh nonstop 3 jam.

Spot foto favorit di sepanjang jalan:

- Kilo 12 Soe (berjarak 12 km dari Kota Soe).

- Bukit Aijao Baki.

Objek-objek menarik di Fatumnasi dan Kecamatan Mollo Utara:

- Fatu Naususu

Tebing batu karst besar dan menjulang bekas penambangan marmer. Selain tebing batu ini, di baliknya banyak lagi spot keren.

Salah satu spot keren di Fatu Naususu

 

- Danau Nefo Kaenka

Air danaunya sih coklat, bukan hijau turkois, tapi langit biru, pohon-pohon di sekitar danau, dan suasana yang tenang, membuat kita betah. Cocok buat membuka bekal makan siang.

- Bekas tambang marmer Desa Tunua

Sisa penambangan meninggalkan tumpukan bongkahan batu marmer dengan bentuk rata beraturan, juga tebing-tebing rata bekas kerja mesin. Tambang ini tepatnya berada di Naetapan, Desa Tunua Kecamatan Mollo Utara.

- Bukit Nubui

Dari atas bukit hijau ini kita bisa menikmati hamparan karpet alam dan perbukitan.

- Fatu Kolen

Bongkahan batu besar berwarna hitam di tepi jalan. Di satu bagian di atas batu tumbuh pohon. Di bagian lain tertancap 3 tanda salib. Fatu Kolen yang artinya batu pendek ini termasuk batu purba yang banyak terdapat di Fatumnasi.

- Gunung Mutis

Tingginya 2.427 mdpl. Gunung tertinggi di Pulau Timor ini bisa didaki tektok seharian, dengan basecamp di homestay Lopo Mutis. Tapi buat yang nggak mau trekking ada alternatif naik mobil 4WD sampai padang sabana luas di kaki gunung yang disebut Padang 1 (1.750 mdpl). Datanglah menjelang sunrise karena sungguh spektakuler pemandanganya. Jangan lupa kenakan jaket, kaos kaki tebal dan kupluk untuk melindungi tubuh dari hawa dingin yang menusuk.

Tingkat kesulitan pendakian: Ringan hingga moderat. Siapa pun bisa mendaki Gunung Mutis asal kondisi bugar.

 

Baca juga: “Gunung Mutis, Nuansa The Hobbit Nan Mistis

 

- Taman Eden (Hutan Bonsai)

Dalam perjalanan naik mobil 4WD ke Padang 1 Gunung Mutis kita pasti melewati tempat ini. Terlihat sekumpuluan pohon yang seperti bonsai, tapi nggak sependek bonsai. Tinggi pohonnya normal. Berfoto di sini dalam keadaan berkabut maupun cuaca cerah dengan langit biru sama cakepnya. Jadi jangan sedih kalau dapat cuaca mendung ya.

Cocok untuk: Anak-anak umur >12 tahun yang sudah nggak rewel diajak ajrut-ajrutan di atas mobil 4WD.

 

Baca juga: “Ke Pulau Timor NTT Belum Lengkap Kalau Belum ke Fatumnasi

 

5. FULAN FEHAN

Sama dengan Fatumnasi, banyak yang belum tahu ini tempat apa dan di mana. Padahal keindahannya juga tiada tara. Ada sabana indah berkaktus dan juga benteng yang mistis.  

 

Benteng nan mistis di Fulan Fehan

 

Lokasi: Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, tepatnya di kaki Gunung Lakaan dekat perbatasan dengan Timor Leste.

Rute ke sini: Dari Kota Atambua (ibu kota Kabupaten Belu) berkendara 2 jam. Tak perlu pakai mobil 4WD, Innova juga bisa. Jalanannya menanjak dan berliku.

Objek-objek yang menarik:

- Padang sabana dengan pohon kaktus di sana-sini, juga kawanan sapi dan kuda yang merumput.

- Benteng Lapis Tujuh (Benteng Ranu Hitu). Untuk ke sini jalan kaki dari tempat mobil terakhir bisa masuk. Dalam kondisi berkabut benteng ini menjadi lebih mistis, dramatis dan eksotis.

Benteng Lapis Tujuh saat berkabut

 

Tips:

- Udara di Fulan Fehan secara keseluruhan cukup dingin. Sebaiknya kenakan jaket, juga kupluk.

- Bawa bekal makan siang dari Atambua karena di sekitar Fulan Fehan nggak ada rumah makan.

- Matikan fitur roaming di ponsel, takutnya ponsel Anda menarik sinyal dari operator Timor Leste.

Objek lainnya di Fulan Fehan: Bukit Batu Maudemu di Desa Maudemu, Benteng Kikit Gewen, Air Terjun Mauhalek, Air Terjun Lesu Til.

Cocok untuk: Anak-anak >9 tahun.

 

Baca juga: “Pevita Pearce ke Fulan Fehan Buat Kerja, Kalau Kami Sih Buat Liburan Dooong…

 

(Bersambung)

 

Berminat liburan ke Pulau Timor? Hubungi Maya di 0811821006 atau email mytripjustpackandgo@gmail.com

 

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Nienta Sebayang, Raiyani Muharramah, Suhari, Verita Amahorseya
Comment