PANDUAN CERDAS EKSPLOR TAMAN NASIONAL LORE LINDU

PANDUAN CERDAS EKSPLOR TAMAN NASIONAL LORE LINDU

Friday, 26-07-2019 | 23:53

Situs Palindo

 

Berada di tengah-tengah warisan peradaban megalitikum di Lore Lindu Sulawesi Tengah seperti memasuki sebuah lorong waktu, dan kita akan merasa berada di sana pada masanya. Semua benda megalit tergeletak begitu saja di tengah padang sabana, sawah, ladang, kebun bahkan di tengah hutan, seolah-olah segala ritual kehidupan zaman batu menyatu dengan para pengunjung yang datang dengan berbagai macam peralatan modern, kamera, telepon seluler, GPS dan sebagainya tanpa dibatasi media berupa ruang pameran, tanpa bilik kaca layaknya museum, bahkan tanpa dibatasi pagar pembatas pengunjung.

 

Taman Nasional Lore Lindu seluas 217.991,18 hektar mencakup Lembah Napu, Lembah Behoa (baca; Besoa) dan Lembah Bada yang kesemuanya dipenuhi patung-patung batu yang merupakan situs megalitikum. Menurut salah satu jurnal penelitian, patung batu di Lore Lindu sangat mirip dengan yang ditemukan di Easter Island (Pulau Paskah), Rapa Nui National Park, Chile.

 

Selain patung-patung batu, Lore Lindu juga kaya akan keanekaragaman hayati khas Wallacea, dan bentang alamnya pun cantik. Variasi ketinggian bentang alamnya mulai dari 300 mdpl sampai titik tertinggi 2.610 mdpl di Gunung Tokosa.

 

Lokasinya di selatan Kabupaten Donggala dan di bagian barat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kota gerbang masuknya: Palu atau Poso, keduanya di Sulawesi Tengah.

 

CARA KE LORE LINDU

Dari Jakarta dapat ditempuh dengan pilihan perjalanan sebagai berikut: 
1. Penerbangan Jakarta-Palu (Bandara Mutiara), durasi 2 jam 45 menit.
Dari Kota Palu dilanjutkan berkendara sekitar 2,5 jam ke Lore Lindu Utara, masuk melalui Lembah Napu, Behoa lalu dilanjutkan ke Lembah Bada.

2.  Penerbangan Jakarta-Makassar-Poso (hanya 1 kali sehari penerbangan PP dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Kasiguncu Poso).
Dari Kota Poso melalui Kota Tentena ke Lembah Bada ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 3,5 jam, dan untuk menuju Lembah Napu dan Behoa dari Lembah Bada kembali melalui Tentena dan Poso.

3. Penerbangan Jakarta-Makassar, kemudian dilanjutkan ke Poso menuju Tentena melalui perjalanan darat selama kurang lebih 16 jam.

 

Catatan: Lembah Behoa dan Lembah Bada dapat ditembus langsung dengan melintasi jalur trekking, menembus hutan dan mendaki perbukitan, tanpa harus memutar dengan berkendara melalui jalan Trans Sulawesi ke Poso dan Tentena. Tapi diperlukan fisik yang prima jika mengambil opsi ini.

 

WAKTU KUNJUNGAN TERBAIK

Pada musim kering sekitar April-September.

 

Baca juga: "Panduan Cerdas Eksplor Taman Nasional Wasur"

 

DURASI IDEAL

Karena areanya luas dan perjalanan ke sana juga makan waktu, maka 5-7 hari adalah durasi ideal untuk mengeksplornya. Itu pun tentu saja belum bisa mengunjungi semuanya karena ada ratusan situs megalit yang tersebar di Lembah Napu, Behoa dan Lembah Bada.

 

Cukup mengunjungi lokasi situs megalit yang disebutkan di tulisan ini sudah sangat mewakili keseluruhan bentuk bebatuan megalit di Lore Lindu, yang berbentuk patung manusia, hewan, dakon, dolmen, kalamba (tempayan besar), tiang batu dan kubur berundak.

 

KEGIATAN & OBJEK-OBJEKNYA

- Danau Tambing

Berada di Lore Utara, berjarak sekitar 90 km dari Kota Palu, ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam. Danau Tambing selain indah juga merupakan lokasi favorit untuk aktivitas bird watching.

 

- Mengunjungi situs megalit di Lembah Napu dan Lembah Behoa:

1. Situs Wanua Hanggira

Berada di Desa Hanggira, 2 buah patung berbentuk kepala manusia dan 2 buah batu lesung ini berada di halaman balai desa.

2. Galamba/Kalamba

Ada banyak kalamba di dalam kawasan hutan Desa Lempe, berbentuk seperti tempayan-tempayan ukuran besar. Ada juga ditemukan batu lumpang dan dakon. Ada beberapa kalamba yang ditemukan berdekatan dengan batu berbentuk lempengan besar yang diduga sebagai penutup kalamba (tuotena). Tak jauh dari lokasi terdapat situs Watu Tokalaea berbentuk manusia tambun berdiri condong ke belakang.

 

3. Komplek Megalit Pokekea 

 

Berada di tengah padang ilalang di wilayah Desa Hanggira, di ketinggian 1.200 mdpl. Kelompok batu megalit di lokasi ini sangat beragam dan banyak jumlahnya. Ada patung berupa manusia, batu berupa dolmen, tiang, kalamba sarkofagus, kalamba penampung air, juga dakon/ lumpang yaitu batu yang terdapat lubang yang diperkirakan untuk menumbuk bebijian. Ada juga batu dengan torehan tidak beraturan yang dianalisis menggambarkan hitungan waktu/musim menanam --semacam kalender di zaman batu.

 

4. Tadulako

Merupakan ikon dari megalit Lembah Napu, berada di bukit dengan ketinggian 1.220mdpl di Desa Doda. Menariknya, patung ini satu-satunya yang memiliki tanda pada bagian tengah dada. 


Menurut kisah kearifan lokal patung setinggi 2 m ini merupakan wujud laki-laki pemimpin perang yang berhasil menyatukan perdamaian antara suku-suku di Lembah Napu, Behoa sampai ke Bada. Tadulako sangat dihormati karena kekuatannya namun hidupnya berakhir di tangan seorang wanita, mantan kekasihnya.

 

5. Situs Padang Masora

Terdapat beberapa batu berbentuk kura kura, posisisnya berdekatan dengan patung batu Tadulako.

 

6. Situs Tamadue

Berada di Lore Utara. Di lokasi ini  terdapat batu megalit yang berada di tengah rumpunan hutan bambu. Berupa dakon lesung, tiang batu semacam menhir dan ada 2 patung setinggi 2 m  berbentuk wajah manusia yang salah satu patungnya berbeda karena dilengkapi telinga. Jarak kedua patung sekitar 100 m.

 

- Mengunjungi situs megalit yang berada di Lembah Bada:

1. Watu Loga

 

Berada di padang rumput yang luas. Dalam kisah kearifan lokal, patung berwujud manusia ini konon adalah Loga, istri seorang kepala desa yang ditahan penguasa. Loga masih terus menanti suaminya yang tidak pulang.

 

2. Ari Impohi

Patung menyerupai kepala seorang laki laki. Ari Impohi adalah sosok pemimpin. Patung ini awalnya di Padang Sepe yang kemudian dipindahkan lokasinya ke simpang jalan di Desa Gintu Lore Selatan, yang menghubungkan jalan menuju Desa Bewa dan Desa Pada.

 

3. Situs Tanta Duo atau Baula

 

Berada di Desa Padangkaia, Lore Selatan, di ketinggian 750 mdpl. Batu megalit Baula berbentuk seperti wajah kerbau, pada bagian badannya terdapat torehan semacam hitungan waktu/musim tanam (kalender). Baula berada di tengah sawah yang sangat indah.

 

4. Watu Oba

 

Berada di Padang Hamboa di tengah areal persawahan, batu megalit dengan tinggi kurang dari 1 m ini berwajah lucu, seakan mengajak bermain dan tertawa. Ada juga yang bilang wajahnya seperti kera.

 

5. Palindo

Berada di Desa Kolori Sape, Lore Barat. Ini adalah patung megalit berwajah manusia tertinggi. Tingginya sekitar 4 m, posisinya agak condong ke kiri. Dipercaya bahwa awalnya patung ini berdiri tegak, namun karena ada upaya pemindahan menyebabkan posisinya menjadi miring. Dikisahkan Palindo adalah seorang laki-laki berwajah tampan. Palindo dalam bahasa lokal diartikan sebagai sang penghibur.

 

6. Situs Tinoe Batu Bakekau

Berada di Desa Bakekau, Lore Selatan, di ketinggian 800 mdpl. Dikisahkan sebagai sosok perempuan tua yang bijaksana dan disegani. Patungnya agak menyerupai situs di Langke Bulawa.  

 

- Mengunjungi desa adat Lengkeka  

Desa adat ini sangat spesial karena masih ada pengrajin kain dari kulit kayu secara tradisional yang merupakan peninggalan kebudayaan kuno.

 

PENGINAPAN

Kita harus menginap di dalam kawasan taman nasional, baik itu di Lembah Napu dan Behoa atau Lembah Bada karena perjalanannya jauh dan kondisi jalan rusak. Kalau menginap di luar kawasan sangat tidak efisien dari segi waktu.

 

Rekomendasi penginapan di Lembah Napu dan Behoa: Homestay Monalisa di Wuasa, Penginapan Rizky di Doda, Lore Tengah.

 

Rekomendasi penginapan di Lembah Bada: Penginapan Ningsih di Bomba, Homestay Barito di Gintu. 
 

TIKET/SIMAKSI

Tiket masuk TN  Lore Lindu hanya dipungut saat memasuki lokasi wisata Danau Tambing sebesar Rp5.000/orang. Untuk tarif dan prosedur lainnya seperti pembuatan film, penelitian, berkemah dan sebagainya dapat ditanyakan pada Kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu.

Teks & Foto: Lolo Asinamura

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


318

Back to Top