GILI LAWA TERBAKAR, PELAKUNYA PANTASNYA DIHUKUM APA YA....

GILI LAWA TERBAKAR, PELAKUNYA PANTASNYA DIHUKUM APA YA....

Friday, 03-08-2018 | 13:43

 

Baru beberapa hari lalu Gunung Rinjani ramai dibicarakan menyusul adanya gempa Minggu pagi (29/07/2018) yang menimpa kawasan Lombok Timur dan dampaknya yang antara lain membuat jalur pendakian rusak, retak, longsor... Berita yang membuat sedih para pendaki yang pernah menggapai puncaknya maupun yang belum berkesempatan menginjakkan kaki di sana. Namun hanya ada kesedihan dari peristiwa ini. Karena bencana alam, tak ada yang bisa mencegahnya.

 

Namun beda ceritanya kalau bencana terjadi akibat ulah manusia, karena keteledoran yang sangat fatal. Ini yang terjadi pada kebakaran yang terjadi di Gili Lawa Darat di Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur Rabu sore menjelang malam (01/08/2018). Berita kebakaran ini mengagetkan banyak orang, terutama orang-orang yang pernah ke sana maupun yang belum tapi tahu keberadaannya di TN Komodo. Setelah tahu apa penyebabnya, sontak banyak yang geram.

 

 

Meskipun masih agak simpang-siur, tapi dari beberapa berita yang saya baca, dari hasil ceki-ceki ke Instagram dan obrolan teman-teman di grup WhatsApp, diduga api berasal dari bekas api unggun atau kembang api yang dibuat serombongan wisatawan yang tengah melakukan sesi foto prewedding. Aaarrghh.... Mau marah ‘kan dengernya.... Dan yang lebih bikin jengkel, kata beberapa saksi mata, mereka tahu api mulai menjalar, tapi mereka tak berusaha memadamkannya, malah ditinggal, hingga akhirnya api membesar.

 

 

Saya tak mau menyoal di sini tentang siapa rombongan wisatawan itu, apakah lokal atau wisman, siapa pemandu dan operator tur yang membawa wisatawan itu, karena semua masih dalam tahap penyelidikan polisi.

 

Saya mau menyoal soal hukuman yang pantas buat pelakunya, siapa pun itu. Penjara doang sih keenakan ya... Teman saya mengusulkan, selain diproses secara hukum, pelakunya juga diminta mengembalikan apa yang sudah dirusaknya. Sabana yang sudah gosong seluas sekitar 10 hektar itu harus ditanami rumput lagi dengan terlebih dulu digemburkan tanahnya supaya rumput dan tanaman lain bisa hidup. Pokoknya harus dikembalikan menjadi cantik seperti semula. Supaya semua wisatawan yang ingin ke sana dapat menikmati keindahannya kembali.

 

Baca juga: "8 Hal Yang Harus Dilakukan di Taman Nasional Komodo"

 

Terbayang oleh saya betapa cantiknya padang sabana dengan bukit kecil yang menjendul-jendul secara sporadis di pulau yang berada di ujung utara Pulau Komodo ini. Betapa romantisnya sunrise maupun sunset yang dilihat dari atas puncaknya. Terkadang dari atas bukitnya di bagian yang tak terlalu tinggi kita juga dapat mengenali gerakan kawanan ikan yang berpindah tempat.

 

 

Kalau Anda seorang penyelam, tentulah Anda tahu bahwa beberapa spot andalan ada di sekitar Gili Lawa Laut, yang berada di utara Gili Lawa Darat. Sebut saja Castle Rock dan Crystal Rock yang berarus kencang dan selalu disesaki ikan-ikan besar macam giant trevally dan bumphead. Juga Shot Gun, spot selam yang arusnya berkarakter khusus hingga membuat siapa pun yang menyelaminya bisa melesat terlontar bagai peluru.

 

Baca juga: "Kata Nicholas Saputra, Menyelam di TN Komodo Itu..."

 

Aah... Gili Lawaku sayang, semoga kamu cepat pulih seperti sedia kala. Kalau ada kesempatan aku ingin datang lagi menjamahmu....

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


224

Back to Top