ACTIVE HOLIDAY BAKAL JADI TREN BARU DI 2020 2020-01-01 00:10

Kayaking di Misool Raja Ampat, bakal populer?

 

Trekking trip, diving trip, cycling trip pastinya sudah sering kita dengar dan lazim dilakukan banyak orang yang memang hobinya itu. Destinasinya bisa di dalam negeri, tak jarang pula yang merambah sampai keluar negeri. Ada juga orang-orang yang rajin ikut marathon ataupun trail run di beberapa negara, sambil sekalian berwisata. Ini juga sudah cukup populer. Tapi kalau swimming tour, triathlon tour, fitness tour, mungkin masih terdengar asing ya.... Ikut paket tur, tapi acaranya berenang terus tiap hari di kolam maupun laut. Dan paket-paket tur semacam ini makin marak. Active travel atau active holiday istilahnya. Yang kemungkinan akan jadi tren di tahun 2020.

 

Trekking trip

 

Diving trip

 

Cycling trip

 

GAYA HIDUP AKTIF DAN SEHAT TETAP DIBAWA KE LIBURAN

Pegiat olahraga atau aktivitas luar ruang yang hardcore akan cenderung mendedikasikan semua waktu cuti maupun bujetnya hanya untuk mengikuti trip-trip khusus sesuai hobinya. Jadi saat berlibur pun mereka lebih suka bercapek-capek ria untuk memuaskan hobinya tersebut. Nggak ada tuh dalam kamus mereka liburan hanya untuk putar-putar kota, eksplor objek wisata dengan naik mobil atau bus, atau cuma berburu kuliner apalagi belanja. Bagi mereka, menikmati objek wisata alam ataupun mengeksplor kota ya dengan naik sepeda, berjalan kaki (hiking ringan maupun trekking serius), ataupun dengan berlari, bahkan berenang. Atau dalam konteks pemandangan bawah laut ya dengan menyelam.

 

Nggak capek ya, dan nggak bosan? Itu mungkin pertanyaan dari orang-orang yang berada di luar lingkaran hobi-hobi tersebut. Jawaban dari para pehobi, justru itulah cara menikmati liburan yang paling tepat. Sehari-hari menjalankan pola hidup sehat, gaya hidup aktif, olahraga rutin, saat liburan pun mereka tetap melakukan aktivitas fisik yang mereka gemari itu.

 

DI LUAR NEGERI SUDAH MARAK

Di luar negeri sudah banyak agen atau operator travel yang khusus menawarkan paket-paket active holiday, dan beberapa jenis kegiatannya bagi kita di sini agak mencengangkan. Seperti sudah disinggung di atas, ada paket swimming tour. Jadi pesertanya mendaftar paket tur yang setiap hari kegiatannya hanya berenang dan berenang. Ada paket yang memang berenangnya di laut --island hopping alih-alih pakai speedboat, ini mah dengan berenang; ada juga yang paketnya untuk belajar berenang ataupun meningkatkan skill berenang di bawah arahan pelatih renang profesional. Ada sesi kolam, sesi laut, sesi nonton video, dan sesi diskusi. Woww banget ‘kan?

 

Menurut majalah Silkwinds September 2019, swimming tour baru dilakukan di Asia Tenggara sejak 2018. Pernah dilakukan di Flores NTT dan Lan Ha Bay di Vietnam. Jangan dulu berpikir tur ini berat, karena saat berenang di laut para peserta dibolehkan keluar dari air dan naik ke boat kapan pun mereka mau.

 

Paket tur yang kurang lebih kegiatannya sama dan ada pelatih atau pembimbingnya dikenal juga di kalangan pegiat yoga, selancar, berkuda, river ataupun sea kayaking, stand up paddle boarding, canyoning, kitesurfing, dan masih banyak lagi. Dan pssstt... jangan kaget kalau ada juga paket trip untuk menurunkan berat badan di bawah bimbingan pelatih fitness lho...

 

Canyoning

 

Untuk kegiatan walking, di negara-negara bersalju ada juga paket trip snowshoeing. Jadi rute-rute hiking ringan di medan bersalju ditempuh dengan cara berjalan memakai sepatu es. Yang juga populer ada forest walks (di Australia dan New Zealand banyak nih). Kalau walking di kota, di Eropa selain walking tour, juga lazim segway tour. Ada yang kegiatannya sama berhari-hari, ada juga yang cuma selingan, dikombinasikan dengan acara tur standar lainnya.

 

Medan bersalju

 

Untuk anak-anak ada juga paket liburan untuk belajar tenis ataupun sepak bola –jenisnya full-time courses. Eh, nggak cuma buat anak-anak sih, tersedia juga buat orang dewasa, yang tentu tujuannya bukan serius mengejar prestasi, tapi cuma buat cari keringet aja.

 

Ada juga paket gabungan seperti begini nih: dalam 5 hari 4 malam peserta ditawarkan mencoba ragam aktivitas sekaligus seperti bersepeda, rafting, hiking, memancing, zipline, rope climbing, BMX biking. Kebayang serunya ya...

 

Seperti telah disinggung di atas, di luar negeri bahkan paket triathlon (berlari, berenang, bersepeda) khusus untuk pemula juga ada. Dan dilansir oleh TrekkSoft (Tour Operator Booking Software), aktivitas petualangan seperti caving dan trail biking menjadi 1 dari 6 tren di tahun 2019.

 

Baca juga: "Taiwan Surga Bagi Para Penggemar Gowes"

 

TETAP SANTAI DAN FUN!

Jangan berpikir paket-paket active holiday ini keras dan menyiksa lho... Karena operator-operator penyedia paket ini nggak selalu menargetkan peserta yang hardcore. Namanya bisnis, targetnya tentu sebanyak mungkin orang bisa bergabung. Semakin banyak yang bergabung semakin menguntungkan. Jadi peserta dengan level skill berbeda-beda diterima terima aja. Tapi juga nggak sembarangan. Di awal pendaftaran mereka pasti akan menakar dan menanyakan dulu level skill dan stamina calon peserta. Jadi mereka bisa mengarahkan calon peserta untuk memilih paket yang sesuai.

 

Misalnya untuk aktivitas luar ruang yang serius seperti ice climbing, tersedia untuk pemula maupun yang sudah advanced. Paket yang ditawarkan tentu beda-beda. Yang ragu bisa apa nggak tapi penasaran ingin ikut, bisa ambil paket taster ice climbing. Kalau ternyata nyerah, ada alternatif dibelokkan ke ski es, sledding, atau hanya tidur di dalam iglo. Kreatif lah pokoknya para operator ini.

 

Dan yang jelas, baik paket bagi peserta hardcore maupun yang coba-coba, fasilitas yang disediakan sangat nyaman. Bahkan ada optional pijat, spa, sauna, hot tub, dan sebagainya.

 

Jadi paket active holiday tak hanya cocok bagi yang mencari tantangan, tapi juga bagi yang ingin menjajal alternatif baru melewatkan liburan sekaligus tetap dapat leisure dan fun-nya.

 

BAGAIMANA DI INDONESIA?

Kalau pelaku active holiday dari Indonesia pastinya sudah cukup banyak, baik yang memilih destinasi dalam negeri maupun luar negeri. Paling banyak masih sekitaran trekking (termasuk naik gunung), diving, dan gowes. Belakangan ditambah dengan yang ikut lelarian di mana-mana baik hanya 5K, 10K, half marathon ataupun full marathon, yang sekitar 5 tahun belakangan makin tambah rame.

 

Keindahan bawah laut hanya bisa dinikmati dengan menyelam

 

Menikmati pemandangan alam dengan trekking

 

Menikmati pemandangan sambil gowes

 

Operator dalam negeri yang khusus menawarkan paket-paket active holiday (di luar diving, trekking, gowes) dari 2 dekade lebih yang lalu juga sudah ada. Sebut saja rafting, tubing, body rafting, tandem paragliding, recreational caving. Yang baru belakangan muncul ada juga seperti canyoning, via ferrata, kayaking dll. Anak-anak yang liburan ke Bali khusus untuk belajar surfing juga sudah banyak.

 

Recreational caving

 

Tandem paragliding

 

Via ferrata

 

Riverboarding

 

Tapi operator yang serius menggarap paket active holiday (di luar diving, trekking, gowes) di mana paketnya berdurasi 4-5 hari dan hanya khusus melakukan kegiatan luar ruang baik satu jenis maupun kombinasi seperti yang telah dipaparkan di atas, rasanya masih sedikit sekali di Indonesia.

 

Padahal potensi alam Indonesia sangat memungkinkan untuk mengakomodir active holiday di darat maupun di air. Satu contoh saja, kayaking tour di Misool Raja Ampat Papua Barat pasti keren banget! Sudah ada yang mulai menggarapnya, tapi belum populer. Pesertanya pun kebanyakan wisman.

 

PILIHAN DI TANGAN ANDA

Adanya paket-paket active holiday yang menarik, dan kenyataan bahwa beberapa tempat pemandangannya hanya bisa dinikmati dengan cara trekking, berenang, menyelam, kayaking dlsb, dampak positifnya adalah membuat sebagian besar orang terpacu untuk terus menjalankan pola hidup sehat dan menjaga stamina.

 

Bagaimana Trippers, sudah siap mengikuti tren active holiday di tahun 2020 yang baru kita masuki ini?

Teks: Mayawati NH Foto: Adventure & Spirit Canyoning Bali, Harish Shrestha (Mountain Overview Paragliding), Indra Franzpower, Mayawati NH, Raiyani Muharramah
Comment