ALTERNATIF WEEKEND TRIP: MENYAMBANGI KEBUN BAWANG DI MAJALENGKA

ALTERNATIF WEEKEND TRIP: MENYAMBANGI KEBUN BAWANG DI MAJALENGKA

Thursday, 01-02-2018 | 18:45

 

Kalau terasering di Bali indah dengan tanaman padinya dan lereng gunung di Pagar Alam Sumatera Selatan maupun di Pangalengan Jawa Barat cantik dengan tanaman tehnya, nah kalau di Argapura Majalengka: tanaman bawang! Kebun bawang di Terasering Panyaweuyan di Desa Argamukti Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Jawa Barat ini mulai dikenal sebagai destinasi agrowisata dan favorit bagi kalangan pehobi foto sejak tahun 2015.

 

Adalah Okka Supardan yang pada 2013 sudah mulai memotret keindahan Terasering Panyaweuyan ini. Maklum, fotografer ini berdomisili di Majalengka. Lalu ada fotografer lain yang penasaran, Ranar Pradipto, berdasarkan petunjuk dari Okka, juga memotret kecantikan terasering ini tahun 2015. Sejak ia mempostingnya di jagat media sosial tempat ini pun menjadi viral. Jadi mulai berdatanganlah pehobi foto maupun pehobi selfie ke kebun bawang yang berada di kaki Gunung Ciremai ini. Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.

 

 

BAGAIMANA KE MAJALENGKA?

Kota Majalengka paling dekat dengan Kota Cirebon. Jadi kalau naik kereta cari yang tujuannya Cirebon. Tapi kalau naik bus bisa langsung cari jurusan Majalengka, tepatnya Terminal Maja.

 

MyTrip merekomendasi naik kereta ke Cirebon, pilihannya cukup banyak. Kereta dari Jakarta ke Cirebon kelas ekonomi mulai Rp 80.000, kelas eksekutif mulai Rp 120.000 sekali jalan. Kalau naik bus Jakarta-Majalengka tarif bus kurang lebih sama dengan kereta. Durasi dengan kereta sekitar 3 jam, dengan bus tentu lebih lama, tergantung kondisi jalan.

 

Dari Cirebon kita bisa sewa mobil untuk tiba ke Majalengka dan lanjut ke Argapura. Waktu tempuhnya hanya 1-1,5 jam saja. Rute dari Cirebon kurang lebih sebagai berikut: ke arah Sumber -Majalengka kota – Kecamatan Maja – Terminal Maja – belok kiri ke arah Curug Maja – dari situ sekitar 5 km lagi sudah akan tiba di lokasi utama Terasering Panyaweuyan.

 

Kondisi jalan setelah belok kiri dari Terminal Maja menanjak, sempit, dan berliku-liku. Makanya kalau bawa mobil sendiri, jangan yang sejenis sedan. Yang menyetir harus yang ahli, jangan yang baru belajar nyetir, ntar panas dingin kalau papasan dengan mobil lain. Bus juga nggak bisa masuk ya.

 

 

Nggak usah pusing dengan rute dari Cirebon ke Argapura sih kalau kita sewa mobil yang basisnya di Cirebon atau Majalengka. MyTrip waktu ke sana memakai jasa sewa mobil sekaligus pemandu dan mentor foto, Rahardi Budi yang berdomisili di Cirebon (nomor HP 0852 2411 3113).

 

APAKAH TEMPAT INI HANYA COCOK BUAT YANG HOBI MOTRET?

Memang sih kebun bawang Argapura ini jadi favorit para penjepret kamera. Banyak trip foto diadakan dengan destinasi kebun indah ini. Jadi tak heran kalau saban wiken terlihat banyak rombongan yang semuanya nenteng kamera memenuhi sudut-sudut pengambilan foto terbaik di seantero terasering yang berudara sejuk ini.

 

 

Tapi... Jangan bilang tempat ini cuma cocok buat komunitas fotografi. Cocok banget juga malah buat komunitas penyuka narsis, selfie, wefie, hehehe... Banyaaak banget sudut cantik buat berfoto ala-ala model. Kalau mau fotonya lebih keren jangan lupa bawa properti: topi, payung, kain tenun, syal atau apa saja deh yang warna-warni cerah yang kontras dengan dominan hijau warna lanskap.

 

Untuk memotret kita bisa hanya berdiri di lokasi parkir atau pinggir jalan ke arah lembah berundak-undak yang terhampar di bawah kita. Atau kita bisa turun ke bawah, langsung ke kebun, ada jalan setapaknya. Hati-hati jangan sampai menginjak-injak tanaman ya! Kalau mau angle lebih atas, bisa naik ke kebun warga bagian atas tapi bayar Rp 5.000. Katanya bisa wisata petik bawang juga di sini.

 

O ya, buat yang serius motret, supaya nggak kosong-kosong amat, bisa sewa jasa talent lho. Minta saja sama supir yang kita sewa atau sama orang-orang lokal yang ada di sekitaran kebun untuk menyediakan satu petani buat jadi model natural. Mereka sudah tahu lho kalau harus pakai baju warna cerah, pakai topi caping, atau bawa alat penyemprot di punggung. Uang jasanya bisa variatif mulai dari Rp 50.000, tergantung seberapa lama kita memakai jasa mereka.

 

 

Waktu terbaik untuk memotret pagi hari antara jam 5 hingga jam 9. Sunrise bisa juga dinikmati di sini. Para petani juga beraktivitas pada pagi hari. Jadi yang mau motret dengan ada petani beraktivitas tanpa perlu sewa “model” ya cocok pas jam pagi.

 

ADA FASILITAS APA SAJA?

Toilet umum ada, dikelola warga. Tapi bisa jadi Anda menemukannya dalam kondisi dikunci dan petugasnya nggak ada. Warung sederhana juga ada. Menjual teh, kopi, minuman kemasan yang bisa diseduh, pisang goreng, bakwan, mie instan, juga bawang goreng yang sudah dikemas buat oleh-oleh.

 

SEBAIKNYA MENGINAP DI MANA?

Ada 3 pilihan: menginap di Kota Cirebon, Kota Majalengka, atau di homestay-homestay di sekitaran kebun bawang. Karena homestay terbatas dan kalau wiken banyak yang datang, kemungkinan nggak dapat kalau pesannya nggak jauh-jauh minggu. Tapi jangan membatalkan rencana ke sana kalau nggak dapat homestay, karena nginep di Kota Majalengka-nya juga OK, nggak jauh-jauh amat kok. Kurang dari setengah jam berkendara sudah bisa sampai di lokasi. Mau ngejar sunrise masih bisa banget, jam-4-an berangkat.

 

 

Hotel terbaik di Majalengka yaitu Hotel Fitra. Hotelnya bagus, harga hanya Rp 300 ribuan. Hotel lain juga cukup banyak. Kalau mau menginap di Cirebon juga bisa, cuma berangkat lebih pagi saja untuk ngejar sunrise.

 

KAPAN MUSIM TANAM DAN PANEN BAWANGNYA?

Nah ini hal penting yang harus ditanyakan sebelum Anda memutuskan ke Argapura. Waktu MyTrip ke sana mid Januari 2018 pas kebun bawang sedang hijau, belum dipanen. Jadi pas cakep ijo-ijo difoto. Sebelum ke sana kami bertanya dulu bagaimana kondisi kebun bawang, lagi hijau dan panjang sampai kelihatan terlalu rapat, hijau tapi belum terlalu rapat, atau sudah botak dipanen. Kadang juga sehabis panen bawang, yang ditanam selanjutnya bukan bawang, jadi beda lagi deh penampakannya. Siklus tanam kurang lebih 3 bulan sekali. Jadi kalau nggak mau kecewa, tanya dulu dengan supir dan pemilik sewa mobil yang Anda hubungi.

 

PERLU JAKET TEBALKAH?

Nggak perlu sampai pakai jaket winter, cukup jaket biasa. Itu pun kalau sudah jam 7-an dan matahari bersinar cerah mungkin sudah ingin Anda lepas. Dinginnya masih kalah jauh dari Bromo dan Dieng.

 

 

Kalau untuk alas kaki, nggak perlu sepatu kets atau sepatu olah raga. Tapi juga jangan sepatu cantik terutama jika ingin masuk ke area kebun bawang. Tanah pematangnya gembur, jadi lebih baik pakai alas kaki yang nyaman.

 

ADA OBJEK WISATA APA LAGI DI SEKITAR SANA?

Ada Curug Muara Jaya atau Curug Apuy atau Curug Maja, Curug Ibun, Curug Puntang, Gua Lalay, Hutan Pinus Desa Argalingga. Sayang, kami hanya sempat ke hutan pinusnya. Cocok buat bikin foto unik-unik di sini.

 

 

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


953

Back to Top