INIKAH CURUG TERTINGGI DI JAWA BARAT?

INIKAH CURUG TERTINGGI DI JAWA BARAT?

Wednesday, 26-10-2016 | 17:29

Spot keren di Curug Seribu

 

Bogor punya beragam julukan, mulai dari yang resmi “kota hujan” sampai yang becandaan “kota seribu angkot”. Dan sepertinya nggak berlebihan kalau Bogor juga diberi julukan “kota seribu curug” saking banyaknya curug alias air terjun di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.

Nah, salah satu kawasan yang terkenal dengan banyak curug di Bogor adalah Wana Wisata Gunung Bunder atau ada yang mengenalnya sebagai kawasan wisata Gunung Salak Endah karena nama jalannya adalah Jalan Raya Gunung Salak Endah. Kawasan yang termasuk Kecamatan Pamijahan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Jadi jangan bingung lagi dengan nama daerahnya ya, karena kok ada yang bilang Gunung Bunder (ada yang berpikir ini nama gunung, padahal nama desa), Gunung Salak, Salak Endah, TN Halimun, Pamijahan.

 

ADA BERAPA CURUG DI GUNUNG BUNDER?

Di spanduk yang terpampang di depan gerbang masuk TN Gunung Halimun-Salak tercantum ada 12 curug, di antaranya Curug Ngampar, Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Pangeran, Curug Gua Lumut Indah, Curug Kondang, Curug  Muara Herang, Curug Sawer, Curug Seribu, Curug Cigamea. Banyak yaaa….

 

BAGAIMANA KE WANA WISATA GUNUNG BUNDER?

Dari Jakarta masuk tol Jagorawi arah Bogor/Ciawi, keluar di exit Sentul Selatan/City (Lingkar Bogor, Kd. Halang), lalu langsung belok kanan, ambil tol Lingkar Bogor, keluar di Dramaga. Ikuti jalan sampai ketemu lampu merah, belok kiri ke arah Dramaga/Leuwiliang. Sekitar 20 menit kemudian akan ketemu pertigaan, belok kanan, susuri Jl. Raya Dramaga. Sekitar 10 menit setelah melewati kampus IPB Dramaga ada pertigaan, dengan penanda DODIKLATPUR, nah di situ ambil ke kiri. Kita sudah memasuki Jl. Cicadas, daerah Ciampea. Sekitar 20 menit kemudian, ada percabangan, ambil yang kiri, itu kita sudah memasuki jalan Desa Gunung Bunder, alias Jalan Gunung Salak Endah. Kontur jalanan menanjak, sempit dan lika-liku. Kurang lebih berkendara 20 menit lagi, tibalah kita di gerbang masuk TN Gunung Halimun-Salak. Di sini kita harus membayar tiket masuk taman nasional sebesar Rp 7.500/orang dan Rp 10.000 untuk mobil.

Memasuki kawasan taman nasional udara segar langsung terasa. Kita pun bisa berhenti sejenak di tepi hutan pinus yang akan lebih cantik lagi kalau pas sunrise karena ray of light-nya menyeruak di antara batang-batang pinus yang cukup rapat posisinya. Di sepanjang jalan ini di kiri kanan akan mulai tampak plang-plang penunjuk curug dengan tempat parkir masing-masing.

 

CURUG MANA YANG PALING BAGUS?

Curug Seribu

 

Mengikuti saran kontributor foto MyTrip yang warga Bogor, Raiyani, kami menjatuhkan pilihan pada Curug Seribu yang paling jauh dan susah treknya, sekaligus paling tinggi dan paling bagus.

Dari gerbang TN Gunung Halimun-Salak untuk mencapai tempat parkir Curug Seribu butuh waktu berkendara sekitar 40 menit. Lokasi parkir ada 2. Kalau nggak mau jalan terlalu jauh, parkirlah di lokasi akhir, sebelum jalan konblok menurun. Bayar parkir Rp 10.000 saat pulang. Dari tempat parkir ada jalan pintas setapak menuju area warung-warung, tempat kita mengawali trekking ke curug, atau bisa menuruni jalan konblok.

 

Trek awal datar

 

Ada undak-undakan

 

Keseluruhan trek merupakan jalan berbatu-batu besar, diawali datar, lalu lama-kelamaan menurun. Ada yang berupa undak-undakan, ada jalur menurun tanpa undakan, ada juga tangga kayu yang cukup licin karena walaupun nggak hujan tapi kondisinya lembab. Sekitar setengah jam berjalan santai, kita akan tiba di pos jaga berupa pondokan nonpermanen. Di sini kita harus bayar tiket masuk Rp 10.000/orang.

 

Tangga kayu licin

 

Dari pos jaga jalanan mulai lebih curam dan licin. Harus ekstra hati-hati agar tak terpeleset. Yang ingin membawa anak kecil <5 tahun ke sini tampaknya harus berpikir ulang, kecuali Anda sanggup menggendongnya. Sekitar 25 menit kita akan tiba di Curug Sawer. Curugnya nggak begitu tinggi, dengan debit air sedang, tapi cukup eksotis buat berfoto ria.

 

Curug Sawer

 

Sambung berjalan 10-15 menit lagi kita sudah sampai di Curug Seribu, tapi baru di bagian teras sampingnya. Di sini kita bisa berpose-pose dulu sambil menikmati cipratan air terjunnya.

 

Teras samping Curug Seribu

 

Kecuali fisik Anda sudah sangat lelah, sebaiknya jangan puas hanya sampai di teras ini. Walaupun curug sudah terlihat full, tapi nggak afdol ya main ke curug tanpa merasakan airnya. Jadi turun deh ke bawah. Ada banyak spot menarik untuk memotret curugnya, maupun untuk berpose keren di atas batu di depan curug. Tapi untuk ke area ini dan saat naik ke batu harus hati-hati ya, karena licin.

 

Harus usaha untuk sampai di spot favorit

 

Must pose!

 

Kolam utama persis di bawah curug sedalam 5-30 m sekarang sudah terlarang untuk didekati apalagi direnangi karena sudah ada yang jadi korban tenggelam. Tapi jangan kecewa, kita bisa main air, berendam-rendam aman di kolam atau aliran air di bawahnya lagi. Ada beberapa lokasi, jadi nggak perlu berebut dengan pengunjung lain. Airnya segaarrrr…

 

Bermain di airnya yang segar

 

Jadi total durasi trekking santai +/-1 jam, dengan jalur yang dilalui sepanjang 2,1 km. Elevasinya, dari tempat parkir di ketinggian 1.028 mdpl hingga ke area curug antara 960-1.000 mdpl.

 

BERAPA TINGGINYA?

Di beberapa artikel disebutkan tinggi Curug Seribu 100 m, tapi menurut pengamatan MyTrip, curug ini meski tinggi, tapi masih lebih pendek sedikit dari Coban Rondo di Batu Jatim yang tingginya 85 m. Jadi menurut perhitungan kira-kira MyTrip, curug ini tingginya 60-70 m.

Tapi berdasarkan baliho yang dipasang di camping ground, Curug Seribu adalah curug tertinggi dan terbesar di Jawa Barat. Sedangkan dari hasil googling, dari daftar curug tertinggi di Indonesia ada disebutkan Curug Citambur setinggi 100 m di Cianjur Selatan. Hmm… Entahlah. Yang jelas pemandangan di sekitar Curug Seribu ciamik, dengan formasi bebatuan yang dilapisi lumut tebal. Tambahan bonus: banyak aliran air yang menyerupai curug-curug kecil di sekeliling dinding tebing. Mungkin itu sebabnya curug ini disebut Curug Seribu.

 

Banyak curug-curug kecil

 

ADA WARUNG DAN KAMAR BILASKAH?

Di area utama curug hanya ada satu warung nonpermanen yang menjual aneka jajanan, kopi, teh, mie instan. Juga ada kamar ganti seadanya.

Tapi di area depan, tempat kita memulai trekking, banyak berjejer warung-warung permanen yang juga menjual nasi goreng, selain mie instan. Kamar mandi juga ada, bersih, dengan air melimpah.

 

BAGAIMANA SOAL PENGINAPAN?

Di kawasan Gunung Bunder cukup banyak terdapat penginapan berupa vila-vila. Salah satunya yang memilkiki banyak vila dan fasilitas baik adalah Pondok Rasamala. Di hampir semua curug (termasuk di Curug Seribu) juga tersedia camping ground. Cukup bayar Rp 10.000-15.000/orang/malam, tapi perlengkapan kemping bawa sendiri.

Teks: Mayawati NH Foto: Mayawati NH, Raiyani Muharramah, Shinta Djodjonegoro, Wiwiek Asmawiati

5 COMMENTS


maulana Apr 24, 2018 Reply

om. minta foto-fotonya ya om. untuk ngajak temen temen ke curug. thanks b4


maya Apr 24, 2018

Iya silakan. Sekalian aja artikelnya di share


hanna Jul 11, 2018 Reply

dulu saya pernah kesini waktu tahun 2010 dan track nya masih sulit. kayanya sekarang udah lebih bagus ya?


maya Jul 14, 2018

Treknya sudah lumayan rapi, tapi tetap ada bagian yg masih sulit terutama menjelang dekat air terjunnya


maya Jul 14, 2018

Treknya sudah lumayan rapi, tapi tetap ada bagian yg masih sulit terutama menjelang dekat air terjunnya


513

Back to Top