SSTTT... BANYAK SPOT SELFIE DI OMAH PETROEK DI LERENG MERAPI

SSTTT... BANYAK SPOT SELFIE DI OMAH PETROEK DI LERENG MERAPI

Friday, 04-01-2019 | 00:28

Pintu masuk Omah Petroek

 

Taman Nasional Gunung Merapi memang menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Sleman, meski status kepemilikannya harus berbagi dengan beberapa kabupaten lain seperti Magelang, Boyolali dan Klaten.

 

Baca juga: "Tempat Terbaik Untuk Memahami Gunungapi: Museum Gunung Merapi"

 

Selain menonjolkan alam, Sleman juga memiliki destinasi lain yang mengusung tema kebudayaan, seperti misalnya Omah Petroek. Tempat ini berada di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY.

 

Petruk sendiri merupakan salah satu anggota Punokawan, selain Semar, Bagong dan Gareng. Nama Petruk dipilih karena sosok Petruk dianggap mampu menggambarkan kehidupan rakyat biasa yang penuh kesederhanaan.

 

Awalnya Omah Petroek ini adalah tempat yang digunakan Sindhunata, seorang budayawan sekaligus penulis untuk mencari inspirasi. Lalu berkat hubungan baik antara Sindhunata dengan beberapa seniman dan budayawan, akhirnya Omah Petroek berkembang menjadi rumah seni, budaya dan pendidikan.

 

Baca juga: "Yuk Mampir ke Rumah Adat Jawa di Lereng Gunung Wilis"

 

Saat berada di Omah Petroek pengunjung bisa menikmati lingkungan alam yang berhawa sejuk dan asri dengan pepohonan yang sangat rindang serta gemericik air kolam. Banyaknya spot menarik menjadikan tempat ini surganya bagi yang hobi berfoto. Ada yang di dekat kolam, di depan patung-patung ataupun di taman.

 

Penginapan dan Patung Buddha

 

Kesan pluralisme juga sangat kental, salah satunya ditunjukkan melalui Langgar Tombo Ati yang menampilkan patung Gusdur, lalu ada Gerbang Perdamaian, relief 5 agama di Indonesia, selain itu ada pula patung Buddha, patung banteng berukuran raksasa, patung kumpulan wanita mengenakan kemben dan pria mengenakan busana khas Jawa yang sedang melaksanakan upacara kenduri, patung tokoh pewayangan klasik Limbuk dan patung perempuan yang memiliki payudara banyak.

 

 

 

 

 

Tempat ini biasanya dimanfaatkan pula bagi komunitas, rombongan sekolah atau mahasiswa untuk melakukan kegiatan outbond dengan dilengkapi fasilitas penginapan yang mampu menampung banyak orang.

 

Bagi yang berminat mengadakan acara kumpul-kumpul, reuni atau outbond, diimbau untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Sementara bagi yang hanya ingin berkunjung, tinggal datang saja ke lokasi.

 

Tempat ini bisa diakses melaui Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan jarak sekitar 25 km atau kurang lebih 1 jam perjalanan. Pengunjung bisa membeli suvenir berupa kaos, lukisan, gantungan kunci dan buku-buku karya Sindhunata. Bagi yang ingin menikmati sajian wedang jahe kencur hangat, bisa didapat di sebuah angkringan sederhana yang telah disediakan.

 

Tempat beli suvenir dan wedang uwuh

 

Tidak dipungut biaya jika hanya mengunjungi dengan singkat kecuali kalau berkunjung dalam waktu beberapa hari untuk mengadakan acara-acara tertentu.

Teks: Arief Nurdiyansah Foto: Clara Soca Atisomya

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


443

Back to Top